Jaksa Siapkan Tim Usut Proyek RTG di Lombok Tengah

F RTG 1

KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID DILAPORKAN: Ini proses pengerjaan proyek RTG di Desa Pagutan, Kecamatan Batukliang.

PRAYA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah nampaknya serius akan mengungkap kasus dugaan permainan di proyek pembangunan rumah tahan gempa (RTG).

Kasi Intel Kejari Lombok Tengah, Catur Hidayat membenarkan jika laporan kasus RTG sudah masuk di mejanya. “Sesuai laporan ada di beberapa wilayah yang dilaporkan soal RTG. Di antaranya di Desa Pagutan, Desa Setiling dan wilayah Praya Timur, ” terangnya saat dikonfirmasi Radarmandaika.di Group.
Yabo panggilan kerennnya mengaku sekarang sedang melakukan telaah dan akan membuat tim untuk melakukan pendalaman kasus RTG. Adapun pendalaman dalam kasus ini karena adanya indikasi penyimpangan sesuai dilaporkan pihak pelapor dari segi spek.

“Sudah ada laporan, tidak bisa saya sebutkan siapa pelaporanya, kalau mau konfirmasi silakan ke pelapor aja,” tegasnya singkat
Hasil penelusuran wartawan Radarmandalika.id bahwa pelaporan kasus RTG dari beberapa LSM Lombok Tengah.

Sebelumnya pada Jumat pekan lalu. Sejumlah LSM gabungan melakukan aksi demo ke kantor badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Lombok Tengah. Demo dilakukan buntut dari dugaan permainan proyek RTG. Aparat pun diminta bertindak.
Adapun yang dipersoalkan pendemo. Terkait spek yang salah satunya rangka atap yang dari kayu, terungkap juga dugaan adanya keterlibatan oknum LSM yang bertindak sebagai fasilitator. Demikian juga yang diduga ambil peran sebagai aplikator atau kontraktor.

Koordinator aksi, Kusnadi Unying alias Uying mengatakan, hari ini merupakan batas akhir pengerjaan RTG per 30 April 2021. Kemudian yang dipertanyaan juga adanya SK perpanjangan pengerjaan tanpa ada keterangan jelas batas akhir pelaksanaannya kapan. “Kami juga menduga kuat pengerjaan RTG tidak sesuai spek dari baja ringan ke kayu,” katanya.
Ditambahkan korlap aksi II, Sadam Husen. Dia menduga adanya persekongkolan besar di proyek RTG.”Kami mengecam oknum LSM yang sok sebagai preman yang mengintimidasi kami di dalam forum hearing, ini yang memicu dan memprovokasi yang menyebabkan keributan,” katanya melalui alat suara.
“Kami akan ungkap semua permainan fasilitator yang menekan Pokmas, dan spek baja ringan menjadi kayu,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Plt Kepala BPBD Lombok Tengah, H Ridwan Ma’ruf mengklaim spek yang tidak sesuai itu tidak benar. Ia mengatakan, yang diamah dalam mengawasi bukan hanya dilakukan fasilitator namun TNI dan polri juga mengawasi.
Bahkan pihaknya mengklaim bahwa pokmas yang meminta dibuatkan menggunakan kayu sebagai bahan atap rumahnya. Mengingat kekhawatiran dibawa angin apabila menggunakan baja ringan.

“Ini mutlak permintaan masyarakat dan yang berkontrak yakni pokmas dan masyarakat dan fasilitator, ” katanya.
Ridwan juga mempersilakan kalau ada konsultan yang bisa menghitung RAB, supaya dilakukan perhitungan secara bersama mana lebih besar biaya baja ringan dan kayu.
Katanya, kalaupun ada fasilitator intervensi terlalu jauh pihaknya juga memastikan tidak ada. Mengingat saat ini saja para fasilitator sedang ditahan gajinya sela 4 bulan.
“Kemudian yang akan turun mengecek keuangan RTG apabila ada kejanggalan BPK RI. Artinya kami akan ditindak langsung kalaupun menyeleweng maka akan lansung menerima konsekuensinya,” tegasnya.
“Surat perintah Tugas (SPT), apapun yang saya keluarkan jabatan saya menjadi jaminan,” sambungnya.(tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Penumpang Pelabuhan Lembar Naik 200 Persen

Read Next

Parah..! Januari-Mei, 61 Warga Loteng Meninggal Akibat Covid-19

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *