Herman Ngaku Nyesal Hamili Anak Kandungnya

F Pelaku

KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID TAHAN: Tersangka Herman saat diwawancarai wartawan.

PRAYA – Tersangka diduga pemerkosa anak kandung, Herman 46 tahun warga Desa Pagutan, Kecamatan Batukliang mengaku menyesal telah meniduri anaknya selama enam kali sampai hamil. Ia mengaku melakukan aksi bejatnya ini dengan dalih tidak pernah direspons istri saat minta melayaninya. Atas dasar itu anak inisial NS, 17 tahun jadi sasaran empuknya.
Kepada media, Herman mengaku sudah enam kali meniduri anaknya dalam keadaan sadar, kondisi rumah sepi dan istri tidur lelap. “Saya meniduri anak saya saat istri saya bekerja dan tidak ada di rumah, kadang saat dalam kondisi tertidur,” ceritanya.

Ditambahkan Herman, selain itu aksi bejat ini juga dilakukan karena sang istri tidak pernah memberikan rasa puas. Bahkan yang parah, istri sering menolak saat diajak berhubungan.
Selain itu, isu Herman doyan goda gadis-gadis di kampung, menurutnya isu itu tidak benar. Ia berdalih sering bercanda saja saat berpapasan dengan anak-anak SMA di jalan. “Saya sangat – sangat menyesal atas apa yang saya lakukan ini,” ungkap Herman.

Di tempat yang sama, Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP I Putu Agus Indra Permana menegaskan, adapun kasus bapak yang menyetubuhi anak kandung telah dilakukan selama enam kali. Satu kali di rumahnya dan lima kali di luar rumah dengan menyewa tempat.
Katanya, adapun motif pelaku yakni memuaskan nafsu birahi dengan disertai unsur pemaksaan dan pengancaman, agar jangan melaporkan ke ibunya.
“Kemudian kondisi terakhir anak atau korban setelah digugurkan kandungannya menggunakan miras, saat ini saat ditangani pihak berwenang dengan mengedepankan kesehatan dan psikologi anak,” ceritanya.

Agus menambahkan, atas perbuatan Herman dia dikenakan ancaman hukuman maksimal selama 15 tahun penjara. Tersangka juga atas rujukan pasal 76 junto 81 ayat 1,2 dan 3 ditambahkan hukuman sepertiga masa tahan hukuman, sehingga masa hukuman terancam menjadi 20 tahun penjara.(tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Minta Inspektorat Beberkan Hasil Audit PDAM

Read Next

Astagfirullah, Kemungkinan Calon Jamaah Haji Indonesia Tidak Bisa Diberangkatkan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *