Gubernur: Sekda Tidak Harus Cuti

F Gubernur Sekda NTB scaled

MESRA: Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dan Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi saat menunjukkan kemesraaannya.

MATARAM – Sorotan terhadap Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi akhirnya ditanggapi Gubernur Zulkifelimansyah. Sebelumnya, Gita disorot lantaran istri maju di Pilkada Lombok Tengah. Ini juga didasari munculnya Surat Edaran  ( SE)  Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) nomor B-2708 menyebutkan, ASN yang pasangannya (suami/istri) menjadi calon kepala daerah dalam masa kampanye wajib segera melakukan cuti di luar tanggung jawab Negara. Itu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Nggak lah (cuti). Nggak ada gangguan kok. Biasa biasa aja (birokrasi lancar),” kata gubernur kepada media, kemarin.

Gubernur mengakui, Gita merupakan pemimpin tertinggi birokrasi Pemprov NTB. Namun selama ini gubernur belum melihat ada pelanggaran yang dilakukan oleh suami dari Lale Prayatni itu. Untuk itu, jika banyak pihak meminta bahkan mendorong agar Sekda bisa cuti, justru sikap berbeda yang ditunjukkan oleh Bang Zul.

“(Ndak mesti harus cuti?), nggak.

Emang kenapa. Ada Pelanggaran dari Sekda?,” tanya balik gubernur singkat.

“Ini biasa namanya dalam suasana politik. Tentu lawan ingin mencari cari keselahan,” sambung Bang Zul.

Di mata gubernur, Sekda masih taat aturan apalagi sampai melangkahi gubernur maupun wakil gubernur sendiri. Bang Zul menegaskan, setiap aktivitas maupun kegiatan Sekda selalu dilaporkan. Itu menunjukkan betapa kinerja Sekda dalam mengelola birokrasi sejauh ini berjalan dengan baik.

“Sejauh ini beliu selalu minta izin selalu melapor ke saya. Dan nggak ada yang dilanggar,” sebut dia.

Gubernur juga kembali meyakinkan posisi Gita sebagai Sekda tidak akan menyalahgunakan kewenangannya. Meski banyak pihak beranggapan Sekda bisa saja memainkan internal birokrasi atau politisasi birokrasi.

“(Nggak takut menyalahgunakan wewenang?) Nggak lah,” ucapnya yakin.

Disinggung dengan dorongan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) selaku penyelenggara pemilu dalam bidang pengawasan. Gubernur menanggapi santai. Malah jika memang itu dilanggar dirinya nanti akan menanyakan terlebih dahulu regulasi apa yang menjadi dasar harus cuti.

 “Saya coba tanya (aturan) dulu ia,” katanya.

Ditegaskan lagi, terkait SE KASN nomor B-2708 harus cuti, gubernur pura kaget.”Masak,” sambutnya.

Sementara, Calon Bupati Lombok Tengah, Lale Prayatni yang dikonfirmasi koran ini mengatakan, banyak kejadian yang diluar dugaan. Ia sendiri sebagai calon yang datang paling awal alias nomor 1. Absen pun Nomor 1. Pengambilan nomor urut untuk pengambilan nomor urut calon wakil Bupati juga nomor 1.

“Pas ambil nomor urut, pasangan calon dapat nomor 1 lagi. Kami semakin optimis untuk merebut Loteng 1,” ungkap Lale. (adv/jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Infrastruktur TIK Mandalika jadi Prioritas

Read Next

JODA Nomor 1 dan NADI 2

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *