PKS Ungkit Persoalan Dalam Maiq-Meres

f supli 2

HM Supli

PRAYA – Ketua Fraksi PKS DPRD Lombok Tengah (Loteng), HM Supli mulai mengungkit persoalan buruk yang terjadi di paket Maiq-Meres jilid pertama dan kedua. Pertama saat Suhaili maju didampingi Normal. Kedua Suhaili didampingi Pathul.

Supli mengungkapkan, PKS merupakan partai pengusung sejak Maiq Meres jilid satu dan dua. Namun kali ini PKS harus keluar dari dalam paket itu dengan alasan yang tepat. Belum lagi ditambah begitu banyak persoalan terjadi saat mengendalikan roda pemerintahan.

“Contohnya, pengangkatan dan penempatan kepala sekolah kacau balau, termasuk pengelolaan birokrasi tidak jelas, belum lagi insentif untuk guru dan tenaga kesehatan yang kita perjuangkan sejak 2017, tidak naik sampai saat ini,” ungkap Supli.

 “Banyak persoalan yang kemudian kita menganggap kepemimpinan pemerintahan saat ini pait pekak (sangat pahit, Red) dan tais tenges (sangat kering, red). Masak kita sebagai partai pengusung yang harus undang dia, kan mestinya dari awal harus bersama mengelola pemerintahan ini. Ini kan jalan sendiri dan ninggalin kita. Jadi partai kita hanya dipakai dalam pilkada saja lalu dibuang,” ungkap Supli pada Radar Mandalika di kantor DPD PKS Loteng, Selasa, (22/9) kemarin.

Supli menjelaskan, contoh faktualnya statement dirinya pada saat penyampaian pendapat di rapat fraksi belum lama ini. Tervisual dari kondisi tais tenges-nya pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Loteng yang tidak memberikan pelayanan terbaiknya kepada kebutuhan air masyarakat Loteng. Masyarakat juga sampai saat ini, tidak merasakan kehadiran pemerintah dalam mensupport kegiatan mereka.

“Dalam agenda talet kelende (menanam semangka, red) yang muncul dari inisiatif dan kreatifitas masyarakat, yang saat itu tidak diperhatikan Pemda. Pada saat masyarakat sangat bergairah menanam, namun nyatanya tidak ada peran pemerintah untuk membantu dalam hal regulasi pemasaran ataupun yang lainnya. Jadi produk yang banyak kemarin akhirnya menjadi malapetaka sendiri bagi masyarakat, padahal kami dari PKS paling getol menyuarakan dan memperingati hal tersebut kepada pemerintah,” bebernya.

Katanya, catatan PKS masih ada terkait permasalahan yang lain. Termasuk melalui wabup kemarin mengakui kesalahan pemerintahannya pada saat pembacaan tanggapan fraksi beberapa waktu lalu, dan Supli apresiasi hal tersebut.

Supli juga pernah mengingatkan kepada bupati untuk mengatur tata kelola pembangunan di kawasan jalan Penujak, karena sampai saat ini lahan di sana sudah habis menjadi kawasan penginapan. Dirinya mengkhawatirkan para petani yang nantinya masih butuh penggarapan lahan tidak memiliki jalan untuk menggarap lahannya.

 “Saya punya data dan catatan jika mereka mau bantah statement saya, dan telat jika ingin memperbaiki kalau maju sekarang. Jadi biarkan bapaslon Mantab yang selesaikan,” kata dia.

Sementara itu, pihak dari Maiq Meres belum ada yang bisa dimintai tanggapan atas pernyataan Supli ini.(buy)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Dewan Loteng Tanggapi Kabar Penundaan Pilkades

Read Next

Kapolda dan Danrem Turun ke Dompu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *