Empat CJH Mataram Ajukan Penarikan Dana Pelunasan

F ilustrasi haji

ilustrasi

MATARAM – Pemerintah pusat melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI telah mengambil keputusan untuk meniadakan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2020 akibat pandemi Coronavirus Disease 19 (Covid 19). Pembatalan pemberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) tahun ini sudah tertuang dalam Keputusam Menteri Agama (KMA) Nomor 494 tahun 1441 H/2020 M.

Akan tetapi, Kemenag RI memperbolehkan bagi CJH untuk menarik dana setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) tahun ini. Tercatat, sudah banyak diantara CJH di kabupaten/kota se Indonesia yang sudah mengajukan penarikan dana setoran pelunasan. Diantaranya, termasuk CJH asal Kota Mataram.

Kepala Seksi (Kasi) Peyelengaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Mataram, Hj Ratna Mufida, mengatakan, sampai saat ini ada empat CJH sudah mengajukan penarikan dana pelunasan haji 2020. Kemenag Kota Mataram pun sudah menginput atau meneruskan permintaan dari empat CJH ke Direktorat Jenderal (Dirjen) PHU Kemenag RI untuk diproses ke tahap berikutnya.

“Dirjen PHU meneruskan ke BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji). BPKH nanti langsung meneruskan atau mengirim dananya lewat Bank Penerima Setoran (BPS) untuk setoran pelunasannya,” ungkap dia, kemarin.

Mufida mengatakan, Kemenag Kota Mataram hanya sebatas mengusulkan atau mengirim data CJH yang sudah mengajukan penarikan dana setoran pelunasan ke Kemenag pusat. Tentu, setelah pihaknya memverifikasi persyaratan CJH yang bersangkutan. Supaya dana setoran pelunasan pemohon bisa dicairkan lewat BPS.

“Terlepas dari itu sudah bukan urusannya Kemenag Kota Mataram lagi,” jelas perempuan berjilbab itu.

Dana/biaya pelunasan haji tahun 2020 sebesar Rp 37.332.602 per jamaah untuk embarkasi NTB. Informasi yang diterima Mufida bahwa, diantara dari empat CJH di Kota Mataram yang telah mengajukan permohonan penarikan dana setoran pelunasan haji tahun ini, sudah ada yang menerima uangnya alias sudah cair.

“Katanya sih sudah ada yang keluar sesuai prosesnya. Mudah-mudahan sudah. Kan, kalau itu sudah bukan tanggungjawab kita lagi,” terang dia.

Mufida menyebutkan, batas pengajuan penarikan dana setoran pelunasan haji sampai 31 Juli 2020 mendatang. Artinya, jika lebih dari batas waktu yang ditentukan itu maka para CJH tidak bisa lagi untuk mengajukan penarikan di Kemenag kabupaten/kota. “Lebih dari itu kita tidak bisa melayani (permohonan CJH),” kata dia.

Kuota haji di Kota Mataram tahun 2020 sebanyak 741 CJH. Dari jumlah itu, mereka yang seharusnya akan berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun ini sebanyak 739 CJH. Karena sudah melunasi BPIH baik di tahap pertama maupun di tahap dua. Namun, Kemenag RI tertanya mengambil keputusan untuk meniadakan penyelenggaraan ibadah haji 2020.

Namun begitu, CJH yang gagal berangkat haji tahun ini akan diberangkatkan pada tahun 2021. Bagi CJH yang menarik dana pelunasan haji 2020 sebesar Rp 37.332.602, pun tetap terdaftar alias namanya tidak dicoret. Namun, mereka otomatis harus kembali melunasi dana pelunasan sesuai besaran BPIH di tahun 2021.

“Bukan dicoret. Mereka cuma mengambil dana pelunasannya saja. Berarti besok pada saat pemberangkatan tahun 1442 H/2021 M, mereka harus melakukan penyetoran dana pelunasan lagi,” jelas Mufida.

Bagi CJH yang tidak mengambil dana setoran pelunasan haji 2020, pun akan berangkat menunaikan haji di tahun 2021. Mereka tidak perlu lagi mengurus administrasi kembali. Hanya saja, bagaimana kalau BPIH tahun 2021 ternyata berubah dari tahun sebelumnya?

“Ndak tau kalau besok (2021). Apakah ada pengurangan (BPIH) atau penambahan. Kalau misalnya berkurang maka dana jamaah akan dikembalikan. Kalau ada penambahan tinggal menambah. Tapi kalau (BPIH) tetap (Rp 37.332.602) maka aman. Kalau misalnya kurang dari tahun ini (2020) maka akan dikembalikan kelebihan dana pelunasannya,” terang Mufida. (zak)

1 Review

?s=96&d=mm&r=g
sukiyaki
1

dirumah main game dapat penghasilan

asik main game dapat hadiah bonus, dan bisa jadi jutawan juga... hanya di bola165 rasakan sensasinya guuuys......

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

2021, GTT dan Nakes Akan Bahagia

Read Next

Penyedia Masker Mangkir, Dua Perusahaan Lokal Keciprat

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *