Dipicu Rasa Kecewa, Pelatih PON NTB Ngamuk

  • Bagikan
F ricuh
FOTO ARIF-RADARMANDALIKA.ID RICUH: Sejumlah pelatih atlet PON Papua dari NTB saat bertegangan di lokasi penyerahan bonus untuk atlet peraih medali, Kamis kemarin.

MATARAM – Sejumlah pelatih atlet PON Papua di NTB ngamuk-ngamuk di acara penyerahan bonus bagi atlet peraih medali di  Aula Graha Baktipraja kantor gubernuran, Kamis kemarin. Para pelatih ini juga di lokasi acara dengan nada marah-marah meminta agar Kadispora NTB diganti oleh Gubernur NTB, Zulkifliemansyah.

Dimana sebelumnya, sejumlah atlet yang membawa harum nama NTB pada ajang PON Papua menerima penghargaan berupa bonus yang diserahkan langsung gubernur didampingi jajaran Forkopimda.

Adapun bonus diterima para atlet bervariasi, ada yang menerima 300 juta untuk peraih emas,  perak menerima 200 juta, dan peraih medali perunggu 100 juta.

Karena merasa tidak dihargai, para atlet pun ngamuk di lokasi dan teriak. Mereka meneriaki Kadispora NTB dan berakhir ricuh. Sementara di lokasi, masih ada gubernur yang sedang asyik berfoto dengan para atlet.

“Keterlaluan kalau mereka tidak menghargai kita, keterlaluan sekali kepala dinas apalagi bisa menghargai kita ini semua,” kata Agus salah satu pelatih atlet Kempo.

“Berhentikan pak gubernur kepala dinas apa itu selalu patahkan semangat kami, ganti kepala Dispora,” katanya dengan nada teriak.

Sementara itu, Mayor H. Muhdar yang juga pelatih atletik mengaku kecewa dan merasa tidak dihargai keberadaannya.”Kita sebagai pelatih kok nggak ada dianggap gitu.  Paling tidak  ada perwakilan ngomong yang baik, nanti ini besok kan bisa. Ya jelas, kami merasa tidak dihargai,” keluh Muhdar.

Muhdar mengatakan, perwakilan pelatih tidak ada yang dipanggil dengan alasan hanya masalah administrasi, namun setidaknya ketika mereka berada di ruangan itu harusnya diberikan ruang apresiasi  walau sekadar penyerahan secara simbolis.

“Ya administrasi, tetapikan boleh saja perwakilan  satu akan terselesaikan begitu, itu yang baik kalau kita mau bijak. Inikan tidak ada perwakilan kenapa STQ di kasih langsung  begitu, kita tidak ada. Kasih perwakilan kan itu bijak nggak perlu kita ribut-ribut begini,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Kontingen NTB, H. Mori Hanafi menjelaskan bahwa NTB adalah provinsi yang pertama memberikan bonus kepada atlet peraih medali PON, termasuk tertinggi memberikan nilai bonus untuk peraih mendali emas dan perak. Dia juga menilai pemberian bonus paling besar dan cepat hanya di NTB.

“Untuk seluruh provinsi yang ada di Indonesia, NTB paling pertama memberikan bonus,” tegas Mori di hadapan wartawan.

Sementara, soal tabungan Mori menjelaskan, mereka menerima atas nama masing-masing.  Sedangkan terkait pelatih, Mori menjelaskan bahwa ada masalah administrasi, sehingga tabunggannya tidak bisa dicetak dan ada miskomunikasi yang segera diselesaikan satu dua hari.

“Pemerintah menghargai para atlet, dimana PON ditutup tanggal 15 dan 13 hari NTB langsung memberikan bonus,” katanya.

Sementara untuk bonus bagi pelatih, sebetulnya hanya ada miskomunikasi di masalah administrasi,  namun untuk presentasi bonus untuk pelatih itu adalah hak pemerintah daerah.”Intinya kita sangat menghargai peran pelatih dalam melatih atlet-atlet ini sehingga membawakan NTB 15 emas, dan membawa NTB ke urutan 10 besar,” pungkasnya.(rif)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *