SILATURAHMI: Kapolsek Gerung bersama jajarannya saat melayat ke rumah korban, Selasa (28/7).

LOBAR—Warga Lingkungan Babakan, Kelurahan Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Lombok Barat (Lobar) dihebohkan dengan kabar meninggalnya seorang warga setempat, Selasa (28/7). Pria berinisial IMS (51) ditemukan gantung diri di emperan belakang rumahnya pagi hari.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh istri korban, NS (49), sekitar pukul 05.45 WITA. Saat hendak menuju ke dapur, NS mendapati suaminya sudah tergantung menggunakan tali rafia berwarna hijau yang terikat pada besi rangka atap emperan.

Meski sang istri sempat berusaha menyelamatkan nyawa suaminya dengan memotong tali hingga korban terjatuh, bahkan meminta pertolongan warga agar membantu membawa ke rumah sakit, sayangnya nyawa pria yang berprofesi sebagai wiraswasta itu tidak tertolong.

Polsek Gerung dan Tim Identifikasi Satreskrim Polres Lobar yang menerima laporan langsung bergerak cepat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan penanganan awal dan olah TKP. Dua utas tali rafia berwarna hijau yang sudah terpotong dengan panjang masing-masing sekitar 1,5 meter dan 15 cm diamankan sebagai barang bukti. Selain itu, tiga buah kursi plastik warna hijau yang teratur tertumpuk, satu bilah pisau dapur, sepasang sandal jepit, serta teko dan gelas plastik turut diamankan.

Kapolres Lobar, AKBP Mellysa Amalia, melalui Kapolsek Gerung, AKP Lale Dewi Lungit Tanauran, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Sesuai SOP penanganan kepolisian terkait orang/korban ditemukan gantung diri, Polsek Gerung segera berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Lombok Barat dengan langsung dilakukan olah TKP oleh Unit Identifikasi dan Pamapta Polres Lobar untuk melakukan cek dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi, serta hasil pemeriksaan medis awal dari pihak rumah sakit,” ujar Kapolsek Gerung, AKP Lale Dewi Lungit Tanauran.

Menurutnya, dari pemeriksaan dokter IGD RSUD Tripat Gerung, saat tiba di ruang tindakan, korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri tanpa adanya respons, denyut jantung, maupun napas spontan.

Upaya ventilasi manual yang dilakukan oleh tim medis juga tidak memberikan respons hingga korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Selanjutnya, petugas kepolisian berkoordinasi dengan tim medis untuk melakukan visum et repertum (VER) luar terhadap jenazah korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh dokter, ditemukan luka bekas jeratan disertai pembengkakan pada leher korban.

Tim medis memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dari benda tajam maupun benda tumpul lainnya, serta tidak ada tanda-tanda perlawanan.

“Diperkirakan korban telah meninggal dunia kurang dari dua jam sebelum tiba di rumah sakit,” bebernya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari para saksi dan keluarga dekat, korban diduga mengalami tekanan akibat permasalahan ekonomi dan utang piutang yang menumpuk. Sebelum peristiwa ini terjadi, korban diketahui kerap mengeluhkan kondisinya yang kesulitan menghadapi utang yang terus menumpuk, bahkan sempat beberapa kali mengungkapkan niatnya untuk mengakhiri hidup. Selain dari keterangan keluarga, pihak kepolisian juga menemukan bukti elektronik berupa percakapan pesan singkat yang memperkuat adanya masalah ekonomi yang dihadapi korban.

Meski demikian, pihak keluarga menyatakan sudah menerima dan tidak ingin dilakukan autopsi.

“Keluarga menyatakan telah ikhlas dan menerima kejadian tragis ini sebagai sebuah musibah serta memutuskan untuk tidak menuntut pihak mana pun di kemudian hari,” pungkasnya. (win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *