MATARAM — Air bersih kembali mengalir di Gili Trawangan, Lombok Utara. Pemulihan layanan ini menyusul gerak cepat Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Polda NTB, Pemkab Lombok Utara, dan Forkopimda untuk memastikan persoalan air tidak berlarut dan kehidupan masyarakat maupun aktivitas pariwisata dapat kembali normal.

Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal mengatakan persoalan air Gili Trawangan sejatinya telah dibahas bersama Forkopimda Provinsi NTB dan Bupati Lombok Utara sejak Senin, 7 September 2026 lalu.

Bagi Gubernur Iqbal, persoalan tersebut tidak bisa hanya dilihat sebagai persoalan bisnis antara para pihak. Ketika distribusi air terhenti dan berdampak kepada masyarakat, pemerintah harus memastikan pelayanan kebutuhan dasar tetap berjalan. “Ini fokus kita bukan sekadar soal bisnis perusahaan, ini soal pelayanan kebutuhan dasar masyarakat,” kata Iqbal.

Pembahasan tersebut kemudian ditindaklanjuti langsung di lapangan. Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja turun ke Gili Trawangan untuk memastikan kesepakatan yang telah diambil bersama dapat segera diimplementasikan. “Dari hasil pembahasan, Kapolda turun langsung memastikan implementasi kesepakatan. Terima kasih buat Pak Kapolda,” kata Gubernur Iqbal.

Setelah itu, sistem produksi air kembali diaktifkan dan distribusi kepada masyarakat serta pelaku usaha di kawasan Gili Trawangan mulai berjalan.

Ketua Gili Hotel Association (GHA) Lalu Kusnawan mengatakan kehidupan di Gili Trawangan kini mulai berangsur normal setelah suplai air kembali berjalan. Dia mengapresiasi respons cepat pemerintah dan Forkopimda dalam menangani persoalan tersebut.

“Terima kasih Pemprov NTB. Wabil khusus Pak Gubernur yang sudah memberikan best effort untuk bisa mengatasi masalah ini. Dan alhamdulillah kehidupan sudah berangsur normal di Gili Trawangan,” kata Kusnawan.

Selain pelaku pariwisata, pemulihan distribusi air juga dirasakan langsung masyarakat yang tinggal dan bekerja di Gili Trawangan. “Kehidupan mulai pulih di Gili Trawangan. Masyarakat sudah mulai tenang. Semoga solusi permanen segera diwujudkan,” kata Raisman Purnawadi, salah seorang pelaku industri pariwisata di Gili Trawangan.

Pemprov NTB ingin pemulihan layanan berlangsung secepat mungkin karena persoalan air menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Di saat bersamaan, Gili Trawangan merupakan salah satu destinasi utama NTB yang aktivitas ekonominya sangat bergantung pada kesiapan pelayanan dasar.

“Solusi jangka pendek sudah kita lakukan. Targetnya jelas. Pariwisata pulih. Kehidupan masyarakat tidak terganggu karena ini menyangkut air yang jadi kebutuhan dasar. Pada saat yang sama solusi permanen harus kita siapkan,” kata Iqbal.(red) 

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *