Dewan Loteng Merasa Tak Dihargai Sekda

WhatsApp Image 2020 05 22 at 06.26.00

IST/RADARMANDALIKA.ID Legewarman

PRAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah, menyesalkan sikap Sekda HM Nursiah yang dituding ingkari janji terkait pola pembahasan realokasi dan refocusing anggaran Covid-19.

Dimana, ada rapat badan anggaran (banggar) dijanjikan oleh Sekda akan mengundang dewan. Parahnya, itu juga disampaikan dalam forum.

“Di dalam forum sekda pernah sampaikan di hadapan kami. Silakan cek dirisalah persidangan bahwa beliau menyatakan setelah jadi draf perbubnya, maka akan disampaikan kepada DPRD,” ungkap salah satu anggota DPRD Loteng, Legewarman dalam rilis resminya.

Lege mengatakan, hal ini yang menjadi bahan pembahasan bersama sebelum yang di tanda tangan oleh bupati. Akan tetapi, ternyata tiba-tiba DPRD sekarang kita sudah diberikan Perbup yang sudah ditanda tangani oleh bupati. “Kami sangat menyesalkan semua ini terjadi,” sesalnya.

Pria yang juga anggota Komisi IV menilai, bahwa ini seakan-akan lembaga DPRD sudah tidak dihargai lagi,  walaupun pihaknya pahami tentang deskresi yang dimiliki pemda yang diatur oleh Perpu maupun SKB.

“ Tapi paling tidak etika harus diutamakan. Pemda merasa diri paling mampu dalam hal ini,  tapi karena kejumawaannya sampai mengorbankan kepentingan masyarakat Lombok Tengah,” tegasnya nyentil.

Sementara kata Legewarman, masalah di Lombok Tengah  yang diberikannya sanksi penundaan anggaran melalui DAU sampai 35 persen, jelas ini membuktikan bahwa pemda telah gagal dalam menjalankan kewenangannya. Maka untuk selanjutnya pemda berkewajiban untuk mempertanggungjawabkan semua persoalan ini kepada masyarakat Lombok Tengah.

Sementara, sampai berita ini diturunkan. Sekda Loteng, HM Nursiah yang dihubungi belum bisa.(r2)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Sobat Ambyar Didi Kempot Salurkan 500 Paket Sembako di Lombok

Read Next

Pengadaan 2 Juta Masker di Loteng Akan Dilaporkan ke Kejati NTB

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *