Covid-19 Melonjak, Masuk ke NTB Diperketat

F perbatasan 1 scaled

DIKI WAHYUDI/RADAR MANDALIKA PERBATASAN: Volume kendaraan pascaditetapkan PPKM Mikro di NTB wilayah perbatasan Kabupaten Lombok Tengah dengan Lombok Timur terlihat normal, pekan kemarin.

MATARAM – Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro di Provinsi NTB akan berlangsung hingga 20 Juli. Parahnya, jantung Provinsi yakni Kota Mataram kini masuk daerah Darurat PPKM. Berdasarkan surat Edaran Gubernur NTB nomor:180/07/Kum/Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro di Provinsi NTB menetapkan bahwa aturan Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang akan memasuki wilayah NTB diharuskan mengikuti ketentuannya.

Pertama, masyarakat yang masuk NTB melalui jalur udara harus menunjukkan keterangan negatif antigen (H-1) disertai bercode dan harus menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama.

“Ketentuan ini berlaku mulai tanggal 5 sampai 20 Juli 2021. Regulasi ini bertujuan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 bagi orang yang masuk NTB. Namun, untuk jalur udara ada wacana juga akan diberlakukan PCR,” ungkap Kadis Kesehatan NTB, dr L Hamzi Fikri, kemarin.

Kedua, masyarakat umum yang masuk melalui jalur darat dan laut melalui pelabuhan Lembar, baik yang datang dari Bali dan Jawa diwajibkan menunjukkan keterangan negatif antigen (H-1) disertai bercode dan harus menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama. Tetapi, khusus pengemudi dan pembantu pengemudi logistik tidak diwajibkan menunjukan kartu vaksin pertama tetapi diwajibkan menunjukkan keterangan negatif antigen (H-1) saja.

“Untuk itu, pemerintah sudah menyiapkan 4000 dosis rapid Antigen gratis bagi para sopir dan pembantu sopir Logistik yang menyeberang melalui pelabuhan Lembar dan pelabuhan Gilimas di Kabupaten Lombok Barat. Kita juga sudah menempatkan tenaga vaksinator di bandara dan pelabuhan Lembar,” jelasnya.

Sementara itu, Pemprov NTB mempermudah masyarakat yang menempuh perjalanan Lombok-Sumbawa atau sebaliknya. Mereka tidak harus menunjukkan rapid antigen apalagi kartu vaksin. Fikri mengatakan hal itu dikarenakan daerah itu berada dalam wilayah NTB.

“Masyarakat yang melakukan perjalanan dari Lombok-Sumbawa atau sebaliknya tidak diberlakukan regulasi ini. Karena masih berada dalam wilayah NTB, regulasi ini hanya berlaku bagi pintu-pintu masuk wilayah NTB,” pungkasnya.

Sementara itu, Jumat pekan kemarin pemerintah NTB membeberkan perkembangan kasus korona. Demikian juga untuk varian baru delta.

“Namun levelnya masih rendah, varian ini tidak seperti yang menyebar di pulau Jawa,”kata Wakil Gubernur (Wagub) NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd., saat Press Conference.

Setelah diidentifikasi, bahwa telah ditemukan kasus terkonfirmasi positif covid varian delta, sebanyak 13 orang. Namun 5 orang telah dinyatakan sehat dan selesai isolasi.

“Namun kondisi pasien dalam keadaan sehat dan baik-baik saja,” tegas Ummi Rohmi.
Sedangkan satu orang masih dalam pantuan dan perawatan di RSHK dan tetap koordinasi dengan Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB. Kemudian 4 orang masih menjalani isolasi mandiri sedangkan sisanya masih perawatan.
“Bahkan yang kondisinya sehat ini di antaranya sudah divaksin. Jadi daya tahan tubuhnya kuat,” bebernya.

Untuk itu, Ummi Rohmi mengajak semua masyarakat agar tenang dan waspada. Untuk hindari virus ini satu-satunya cara adalah patuhi penerapan Protokol Kesehatan (Prokes).

Semua dalam pantuan dan terkendali. Stok obat-obatan lancar dan tersedia. Begitupun kelengkapan dan fasilitas sudah teratasi semua.
Sementara, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB dr. H.Lalu Herman Mahaputra, M.Kes.,MH mengatakan, bahwa awalnya diperiksa sebanyak 16 sampel yang dikirim ke Labkes.”Hasilnya 16 orang itu, 3 invalid tidak terbaca, sedangkan 13 orang inilah yang keluar hasilnya,”katanya.

Informasi sementara ke-13 orang ini melakukan perjalanan dan kontak erat di pulau Jawa. Sebarannya berasal dari Kota Mataram, Lombok Barat, Sumbawa, Bima. Sedangkan yang dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat yang melakukan perjalanan ke NTB.

“Kami terus melakukan tracking kepada kepada orang yang melakukan kontak erat dengan 13 orang ini,” katanya.
Dalam pengendalian Covid, dia menjelaskan telah menyiapkan semua fasilitas pendukung. Seperti persediaan hotel untuk isolasi mandiri. Ada hotel Jayakarta dan Holiday. Termasuk yang asrama haji, wisma tambora dan RS metromedika yang mampu mengupgrade 84 tempat tidur.

Sedangkan RSUD Provinsi sudah di upgrade dengan daya tampung tempat tidur ICU isolasinya menjadi 100 TT. Ini juga baru terisi 20 persen.”Jadi kita mampu mengatasi ini kok, semua planig sudah kita siapkan, untuk hadapi kemungkinan yang ada,” tutur dokter jeck.

Dalam mengantisipasi kemungkinan terburuk juga pihaknya telah membangun koordinasi dan kolaborasi dalam pemenuhan faskes bersama rumah sakit lain.(rif/jho/rls)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Cabor Tarung Derajat Cari Bibit Unggul

Read Next

Staf Bawaslu Terus Didorong Vaksin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *