CJH Lombok Tengah Diminta Lunasi BPIH, Segera!

  • Bagikan
WhatsApp Image 2022 05 17 at 07.00.03 1
RAZAK/RADAR MANDALIKA CJH: Salah satu pegawai Kemenag Loteng tengah melayani salah satu warga yang membantu mengurus administrasi CJH di kantor Kemenag Loteng, kemarin.

PRAYA – Sebanyak 331 Calon Jamaah Haji (CJH) di Lombok Tengah (Loteng) yang  akan berangkat menunaikan ibadah haji ke tanah suci Makkah tahun 2022, dari sekitar 740 CJH yang keberangkatannya tertunda tahun 2020 lalu. Dan, sebanyak 70 CJH masuk daftar tunggu. Itu artinya, ratusan CJH kembali gagal berangkat tahun ini karena faktor tertentu.

 

Ratusan CJH yang diberangkatkan tahun 2022 mulai melunasi biaya perjalanan ibadah haji (BPIH). Hingga kemarin, tinggal sekitar 29 CJH yang belum melunasi BPIH. Mereka yang belum melunasi BPIH diminta untuk segera melakukan pelunasan mengingat batas akhir pelunasan itu tinggal menghitung hari.

 

“Batasnya sampai tanggal 20 Mei,” ungkap Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) pada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Loteng, H Lalu Asy’ari pada Radar Mandalika, kemarin.

 

Dia menerangkan, ada juga dari para CJH yang datang ke Kantor Kemenag Loteng untuk mengurus data administrasi kependudukan. Misalnya, karena ada nama bersangkutan yang berbeda antara di Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpusat (Siskohat) dengan yang di paspor. “Harus ada surat pernyataan dari Dukcapil,” jelasnya.

 

Dokumen keberangkatan ratusan CJH  seperti paspor telah diselesaikan alias sudah aman. Sementara untuk manasik haji segera dilaksanakan. Dimana, manasik haji akan dilaksanakan 10 kali. Masing-masing dilaksanakan delapan kali di KUA dan dua kali di tingkat kabupaten.

 

Dia menerangkan, untuk sementara ini manasik haji belum bisa dilaksanakan. Baik manasik di tingkat kabupaten. Kenapa, karena pihaknya saat ini sedang fokus mengenai CJH yang melakukan pelunasan BPIH. Batas waktu pelunasannya tinggal tiga hari lagi.

 

“Kita mau finalkan dulu sampai tanggal 20 Mei,” kata Asy’ari.

 

Dikatakan, sesuai dengan jadwal pemberangkatan, kloter satu akan berangkat ke asrama haji pada 3 Juni mendatang. Kemudian, tanggal 4 mereka berangkat ke tanah suci menunaikan ibadah haji. “4 Juni awal pemberangkatan,” ungkap Asy’ari.

 

Dikatakan, bahwa ratusan CJH yang tertunda lagi keberangkatannya. Salah satu faktornya adalah CJH berusia 65 tahun ke atas. Ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah Arab Saudi yang membatasi kuota keseluruhan CJH tahun ini.

 

Pelaksanaan ibadah haji tahun 2022 masih dibatasi oleh pemerintah Arab Saudi. Hal ini berdampak pada pengurangan kuota haji dari seluruh negara. Termasuk di Indonesia yang kuotanya hanya 100.051 jamaah haji.

 

Dari itu, Kemenag RI melalui Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpusat (Siskohat) telah menentukan kuota haji di masing-masing provinsi sampai kabupaten. Tahun ini, Provinsi NTB mendapat alokasi kuota haji dari pusat sebanyak 2.054 jamaah haji. Sedangkan, Loteng mendapat kuota sebanyak 331 CJH.

 

“Kuotanya sudah ditentukan,” kata Asy’ari.

 

Ratusan CJH yang sudah dua tahun menunggu berangkat ke tanah suci Makkah tapi tertunda lagi di tahun 2022 diakui pasti sangat kecewa. Namun demikian, para jamaah diharapkan bisa memahami dengan baik kondisi yang terjadi saat ini.

 

“Cadangan pun udah dari sana (pusat). Jadi dipahami bahwa kami di kabupaten hanya pelaksana,” terang Asy’ari. (zak)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *