ART Gubernur-Wagub Diributkan, Karo Umum Buka Suara

  • Bagikan
F ilustrasi uang
ilustrasi

 

MATARAM – Polemik anggaran rumah tangga (ART) gubernur dan wakil gubernur NTB kini jadi pembicaraan hangat. Anggaran rumah tangga kepala daerah ini lebih Rp 10 miliar.

Sementara itu, Kepala Biro Umum Setda NTB,  L Ahmad Nur Aulia buka suara. Menurutnya pada komponen biaya rumah tangga itu terpisah menjadi tiga bagian yaitu, biaya RT kepala daerah, RT wakil kepala daerah dan Kesekretariatan yang di dalamnya Sekda NTB besamaan dengan biaya RT asisten dan Staf ahli Setda Pemprov NTB.

 

Sebetulnya kata dia, dari pagu anggaran yang ada dinilai Aulia sudah sesuai dengan kebutuhan. Malah menurun dari usulan semula yaitu Rp 15 miliar. Penurunan itu dikarenakan adanya refokusing.

 

“Kemarin kita ajukan Rp 15 M,” bebernya.

 

Dalam pagu anggaran itu tidak semua mengkaver anggaran rumah tangga kepala daerah, malah semua kegiatan OPD yang membutuhkan difasilitasi makan minum ketika mereka ada tamu atau kegiatan lain juga digunakan anggaran ini.

 

“Adanya refokusing itu menyebabkan masing-masing OPD anggarannya berkurang, awalnya ada biaya makan minum tamu menjadi tidak ada maka kita yang kaver,” ungkapnya.

 

Belum lagi urusan kendaraan dinas para Biro yang juga menjadi tanggungan dari Biro Umum.

“Dulu biro urus kendaraan masing-masing, sekarang kita yang urus,” jelasnya.

 

Jika volume anggaran Biro Umum satu tahun itu dilihat cukup besar dibandingkan dengan kegiatan yang dilakukan justru jauh berkurang. Malah seandainya dibandingkan dengan di masa Pathul Gani yang informasinya maksimal anggaran makan minum itu informasinya Rp 5 miliar justru di komponen yang dimilikinya saat ini justru jauh menurun (lebih kecil).

 

“Perlu kita lihat perbandingan sebelumnya,” singgungnya.

 

Aulia kembali menegaskan, anggaran Rp 10 miliar itu tidak murni untuk dan rumah tangga kepala daerah, melainkan semua kegiatan menjamu tamu gubernur semunya diambil dari dana ini.

“Misalnya ada tamu (dari luar) semua termasuk tamu gubernur. Belum lagi tamu OPD,” jawabnya.

 

Disamping itu, berdasarkan temuan komisi I DPRD NTB anggaran rumah tangga gubernur dan wakil gubernur di Biro Umum Rp 10.189.694.772 dalam satu tahun. Rinciannya mulai dari fasilitas kunjungan tamu Rp 1.000.937.300, penyediaan kebutuhan rumah tangga gubernur sebesar Rp 4.314.974.577, kemudian penyediaan kebutuhan rumah tangga wakil gubernur Rp 2.435.953.646, dan penyediaan kebutuhan rumah tangga sekretariat daerah mencapai Rp 2.017.189.249. Belum lagi kebutuhan penyediaan pakaian dinas dan atribut kelengkapan kepala daerah dan wakil kepala daerah tembus Rp 420.640.000,-.

 

Data tersebut juga singkron dengan dokumen LKPJ Pemprov NTB tahun 2021 yang ditemukan koran ini rincian dari Rp 142.297.697.545 itu alokasinya untuk Administrasi Umum Perangkat Kepala Daerah terdiri dari penyediaan Peralatan Rumah Tangga Rp 87 juta, Fasilitas Kunjungan Tamu Rp 1 Milyar lebih. Selanjutnya penyediaan jasa penunjang urusan pemerintahan daerah yaitu penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan kantor sebesar Rp 492 juta, lalu penyediaan baju dinas dan atribut perangkat kepala daerah mencapai Rp 421 juta. Lalu penyediaan Rumah Tangga Gubernur diangka Rp 4,3 Milyar. Penyediaan Rumah Tangga Wakil Gubernur diangka Rp 2,6 Milyar dan Penyediaan Kebutuhan Rumah Tangga Sekda NTB sebesar Rp 2 Milyar lebih. (jho)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *