Cas Hp, Bocah 10 Tahun Tewas Tersengat Listrik

F SEMAYAMKAN

IST / RADAR MANDALIKA SEMAYAMKAN : Jenazah korban yang sudah terbujur kaku, setelah diserahkan Polsek Pringgasela, usai dilakukan visum di Puskesmas Pringgasela, jumat (26/2) lalu.

LOTIM – Seorang bocah usia 10 tahun, meregang nyawa akibat tersengat aliran listrik bertegangan tinggi, saat akan mengecas handphone. Korban bernama Rizki Abi Fadlolah, asal Dusun Gubuk Baret Selatan Desa Pringgasela Kecamatan Pringgasela Lombok Timur (Lotim). Kejadiannya sekitar pukul 18.30 Wita, Jumat (26/2) lalu.

Kronologi kejadian nahas itu, ketika itu korban di rumah kedua orang tuanya hendak mengisi daya handphone. Korban masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas empat. Saat itu di belakang rumah, Rifki Zahrain, 17 tahun (saksi) yang tidak lain adalah kakak korban, sedang mencuci pakaian dan piring kotor.

Waktu itu, saksi memanggil korban dan menyuruhnya untuk mandi, karena waktu yang sudah mulai sore. Namun saksi hanya mendengar sahutan kecil dari korban. Tidak lama kemudian, korban kembali dipanggil kakaknya. Panggilan kedua itu, korban tidak menyahut panggilan sang kakak.

Lantaran tidak ada yang menjawab panggilan, saksi langsung masuk ke rumah dan mendapati korban sudah dalam posisi tidur terlentang sembari mendekap kabel cas handphone miliknya. Melihat ada busa keluar dari mulut korban, saksi berusaha menolong adiknya dengan menarik kabel cas tersebut. Akan tetapi, saksi terpental dan merasakan sengatan listrik.

Meski demikian, saksi terus berusaha melepaskan kabel dari pegangan korban. Begitu terlepas saksi membangunkan korban dengan menggerakkan tubuh korban, tetapi tidak ada respon dari korban. Disana, saksi berteriak memanggil orang tuanya, yang saat itu sedang berada di kandang sapi.

Orang tua korban pun, juga langsung berusaha membangunkan korban. Akan tetapi, tetap sama korban tidak juga bergerak. Orang tua korban pun berteriak meminta tolong, dan korban dilarikan ke Puskesmas Pringgasela, untuk mendapatkan pertolongan dari medis. Nyawa korban tak bisa tertolong.

Polsek Pringgasela yang mendapat informasi kejadian itu, langsung terjun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), untuk melakukan identifikasi dan olah TKP. Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi, yang mengetahui kejadian tersebut.

Kapolsek Pringgasela, IPTU Zul Majdi, menyebutkan, dari keterangan saksi yang ada, korban tidak memiliki riwayat penyakit membahayakan. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan disekujur tubuhnya.

“Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah, sehingga menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah korban,” tegasnya. (fa’i/r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Pathul Berikan Sinyal Mutasi Besar-besaran

Read Next

Lintasan Sirkuit Mandalika Diaspal

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *