Mataram – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Nusa Tenggara Barat menerima audiensi dari DPC GMNI Kota Mataram dalam rangka memperkenalkan organisasi sekaligus membangun sinergi dan kolaborasi dalam mendukung program pelayanan hukum kepada masyarakat, pada Kamis (07/05).
Audiensi tersebut diterima oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, M. Amin Imran, bersama Penyuluh Hukum Ahli Madya, Regina Wiwin. Dalam pertemuan tersebut, DPC GMNI Kota Mataram menyampaikan keinginan untuk berpartisipasi dalam program-program Kanwil Kemenkum NTB, khususnya layanan Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di desa dan kelurahan serta pelatihan paralegal.
Selain itu, DPC GMNI Kota Mataram juga berharap dapat memperoleh informasi dan sosialisasi terkait Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru sebagai bagian dari peningkatan pemahaman hukum di kalangan generasi muda.
Pada kesempatan yang sama, DPC GMNI Kota Mataram turut menyampaikan rencana pelaksanaan Diskusi Publik bertema “Modernisasi dan Regenerasi Gerakan Marhaenis di Tengah Arus Globalisasi”. Kegiatan tersebut bertujuan mendorong peran aktif generasi muda dalam menjawab tantangan perkembangan zaman sekaligus memperkuat semangat kebangsaan dan partisipasi sosial.
Mewakili Kepala Kantor Wilayah, Kabag TU dan Umum menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan diskusi publik tersebut serta kesiapan Kanwil Kemenkum NTB untuk berkolaborasi bersama GMNI dalam mendukung program pemerintah, khususnya penguatan Posbankum dan pelatihan paralegal di masyarakat.
Kepala Kantor Wilayah, I Gusti Putu Milawati, dalam keterangannya menegaskan bahwa kolaborasi dengan organisasi kepemudaan dan mahasiswa menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat. Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan edukasi hukum sekaligus mendukung penguatan akses keadilan di tengah masyarakat.
Melalui audiensi ini, Kanwil Kemenkum NTB dan DPC GMNI Kota Mataram sepakat untuk menjalin koordinasi dan kerja sama lebih lanjut guna mendukung peningkatan kesadaran hukum serta pemberdayaan generasi muda di Nusa Tenggara Barat. (red)