Bupati Loteng: Tidak Bisa Hanya Andalkan Pemerintah

f penghijauan

IST/RADARMANDALIKA.ID PEDULI: Bupati Kabupaten Lombok Tengah,HL Pathul Bahri saat menanam pohon di Desa Lantan bersama Dutling NTB dan PWLT, Minggu pagi kemarin.

Dutling NTB dan PWLT Selamatkan Hutan
PRAYA – Bupati Lombok Tengah, HL Pathul Bahri bersama Duta Lingkungan Nusa Tenggara Barat (Dutling NTB) melakukan penghijauan dalam upaya penyelamatan hutan di Utara Gumi Tastura, Minggu pagi kemarin.

Kegiatan ini dilaksanakan Persatuan Wartawan Lombok Tengah (PWLT) bersama Yayasan Duta Lingkungan NTB, di Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara. Kegiatan ini merupakan gerakan rekonstruksi hutan dalam rangka menyelamatkan hutan demi regenerasi 15 tahun yang akan datang.

“Kondisi hutan di NTB tidak dapat dipungkiri sudah sangat memprihatikan. Sehingga upaya-upaya mengembalikan kondisi hutan harus lebih diitensifkan. Dengan melibatkan semua elemen, tidak bisa kemudian hanya mengandalkan peran pemerintah saja, ” kata Pathul Bahri.

Pathul mengatakan, dalam mengembalikan kondisi hutan perlu gerakkan bersama serta harus intens dilaksanakan. Mengingat, kondisi hutan di daerah yang sudah begitu memprihatinkan.

Dia mengakui, hampir setiap tahun sekitar 650 ribu hektare hutan di Indonesia rusak oleh tangan orang-orang tak bertanggung jawab. Hal yang tidak dipungkiri juga terjadi di NTB, termasuk di Loteng. Dampaknya pun mulai dirasakan.
Tidak hanya itu, dari sisi iklim kerusakan hutan juga telah memicu peningkatan suhu bumi sekitar 1,1 derajat pertahun. Sehingga apabila tidak segera dilakukan upaya penyelamatan dan pengembalian kondisi hutan, yakni melalui reboisasi kawasan hutan, maka dampak buruk kerusakan hutan akan semakin parah meningkag terus dirasakan.
“Yang paling dirasakan juga ialah hilangnya sumber-sumber mata air di daerah ini,” sebutnya.

Ditambahkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Madani Mukarom dalam melihat konsisi saat ini dimana Pemerintah Provinsi sejak beberapa tahun terakhir intens melakukan gerakkan penghijauan. Terutama di kawasan hutan dan sumber-sumber mata air melalui program NTB Hijau.

Tapi tentu upaya tersebut tidak akan maksimal tanpa dukungan dari elemen masyarakat lainnya di Daerah. Mengingat, bagaimanapun apabila hanya dilakukan pemerintah saja jelas tidak akan mampu.
“Memang harus ada gerakkan bersama. Tidak bisa hanya dengan mengandalkan satu pihak saja,” tegasnya.

Ditambahkan Ketua Yayasan Duta Lingkungan Hidup, Samsul Hadi pada kegiatan tersebut, ada sekitar seribuan pohon yang ditanam. Kebanyaknya pohon buah, seperti Manggis dan Durian. Ditambah beberapa jenis pohon buah lainya, ada juga pohon beringin yang memang cocok ditanam di kawasan hutan, mengingat sangat mampu menahan tanah dari potensi degradasi lahan dan potensi sumber penambah debit air.
“Pohon beringian banyak kita tanam, lantaran bisa menampung air lebih banyak dari pohon lainnya,” sebut Adi.(tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Maling Embat Belasan AC Rumah Sakit Provinsi NTB

Read Next

Tangkap Pemilik Sabu di Beleka, Dua Polisi Dilempar Hingga Terluka

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *