LOBAR—Keluarga besar Sintiar, salah satu korban Kapal Motor Penumpang (KMP) Putri Yasmin yang terbakar di Selat Lombok, bisa bernapas lega dan bersyukur. Sintiar bersama suami dan anaknya yang berusia 7 bulan merupakan bagian dari korban selamat yang berhasil dievakuasi oleh tim SAR, Rabu (12/8).
Namun di balik itu, ada kisah perjuangan bertahan hidup yang dilalui selama 8 jam demi memastikan sang bayi tetap selamat. Deni, sang kakak, menceritakan kisah perjuangan adiknya itu setelah menerima kabar dari sang adik yang telah berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan.
Menurutnya, adik dan adik iparnya itu selama terombang-ambing di lautan menggendong bayinya yang berusia 7 bulan di atas perut secara bergantian selama 8 jam hingga perairan Australia.
“Bergiliran menggendong bayinya di perut saat itu,” terang perempuan berrambut panjang itu.
Adik dan suaminya bersama-sama terjun ke laut dengan menggendong anak mereka ketika kepulan asap terus keluar. Bahkan saat di laut, sang bayi sempat mengalami pingsan, namun berhasil siuman kembali.
Ia masih tidak menyangka kejadian itu bakal dialami adiknya. Sebelumnya, sang adik hanya mengabarkan akan datang bersama suami dan anaknya mengunjungi keluarga besarnya di Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat (Lobar). Beberapa tahun merantau dan tinggal di Bali membuat sang adik kangen bertemu keluarga, hingga kabar diterimanya dari media sosial mengenai kejadian itu.
“Tapi syukurnya, adik saya dan keluarganya selamat. Dia DM saya lewat Instagram pakai HP petugas yang menyelamatkan,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, ia bersyukur juga ada penumpang lain yang turut membantu menjaga adiknya sekeluarga. Para penumpang yang berjumlah 6 orang itu terus menarik adiknya sekeluarga agar tidak hanyut terlalu jauh, hingga akhirnya selama 8 jam berhasil dievakuasi tim SAR.
“Sudah selamat dan dibawa menggunakan kapal,” ucapnya.
Sementara itu, dari pantauan Radar Mandalika, Sintiar bersama suami dan anaknya tiba dengan kapal milik perusahaan dari KMP Putri Yasmin di Pelabuhan Lembar sekitar pukul 21.30 WITA. Mereka bersama rombongan 39 penumpang dan ABK kapal berhasil selamat. Kondisi keluarga kecil itu masih syok. Sang bayi yang berusia 7 bulan terlihat hanya menggunakan pampers. Petugas Tim SAR Gabungan dan medis bergerak cepat mengevakuasi ke posko kesehatan sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. (Win)
