Berkah WSBK, Kamar Hotel di Senggigi Nyaris Penuh

  • Bagikan
F SENGGIGIIIIII
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA RAMAI: Suasana malam kawasan Senggigi yang terpantau ramai dengan kendaraan hingga pejalan kaki, Sabtu (20/11).

LOBAR—Pelaksanaan World Superbike (WSBK) di Mandalika berdampak signifikan bagi kawasan wisata Senggigi. Ikon wisata Lombok Barat (Lobar) itu kembali ramai seperti sebelum pandemi Covid-19 melanda. Seluruh kamar hotel di Senggigi hampir seluruhnya penuh terisi. Bahkan dari pantauan koran ini, cukup banyak bus wisata hingga kendaraan mewah yang mendapat pengawalan polisi mondar-mandir di jalanan Senggigi, Sabtu (20/11). Suasana malam Senggigi pun ramai dengan banyaknya wisatawan yang berjalan kaki. Hingga pedagang kaki lima sudah terlihat beraktivitas kembali. “Kita sangat gembira pemerintah pusat mempercayakan Lombok menjadi rumah penyelenggaraan Superbike ini,” ujar Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lobar, H Saeful Ahkam yang dikonfirmasi disela pentas wayang kulit di Senggigi, Sabtu (20/11).
Ia pun memastikan rata-rata seluruh hotel di kawasan Senggigi sudah mendekati 100 persen huniannya. Hal ini membuktikan jika Senggigi tidak bisa ditinggalkan dan dibutuhkan mendukung adanya event besar diselenggarakan di daerah lain. Kondisi itu pun membawa dampak positif untuk kebangkitan pariwisata.
Menurut Ahkam pemerintah daerah baik provinsi, kabupaten/kota kini harus lebih maksimal menyambut event MotoGP yang diperkirakan dilangsungkan Maret 2022 mendatang.
“Kita punya waktu persiapan, dan pembelajaran yang baik dari pelaksanaan WSBK terkait kesiapan keseluruhannya untuk MotoGP,” jelasnya.
Dari Dispar Lobar pun sudah menyiapkan kalender of event 2022 mendatang demi menyambut MotoGP. Setidaknya terdapat 7 event besar dan 7 pendukung event. Tak jauh beda dengan kalender of event 2021 lalu, akan dibuka dengan Living in Harmony dan ditutup dengan Welcome to Senggigi. “Karena Welcome to Senggigi ini di kalender kepariwisataab berada di peak season. Apakah kegiatan kami berakhir? Tidak, kami masih punya Barista Competition di Holiday Resort. Dan kami sifatnya mendukung,” bebernya.
Mengingat rencana pelaksanaan MotoGP 2022 mendatang akan diselenggarakan awal tahun saat low season, menjadi tantangan pihak pariwisata untuk menarik pengunjung datang. “Ada empat bulan masa waktu pemerintah melakukan persiapan-persiapan termasuk promosi. Saya kira bupati, walikota dibawah koordinasi pak Gubernur, membuat kita aparatur sipil diajarkan bagaimana beradaptasi dengan situasi pandemi ini,” jelasnya seraya menyebut jika masyarakat sudah rindu digelarnya kembali event tradisi. Baik itu perang topat hingga acara merariq.
Sementara itu, Ketua Senggigi Hotel Association (SHA), Ketut M Jaya Kusuma mengaku dari jumlah 2000 kamar hotel di Senggigi sudah full. Baik itu hotel berbintang maupun non berbintang. “Selama periode WSBK ini kamar di Senggigi full dan rata-rata tamu menginap tiga hari dua malam. Jadi banyak yang check outnya tanggal 21 nanti,” terangnya.
Diakui, tamu tak hanya memilih menginap ketika pelaksanaan WSBK saja. Namun ada juga tamu yang justru menginap hingga beberapa hari setelah WSBK selesai. Hampir sebagian besar keterisian kamar itu didominasi oleh wisatawan domestik luar daerah.
“Kalau wisatawan mancanegara memang kebanyakan di Mandalika” imbuhnya.
Ia menilai pengalaman kesiapan hotel dan restoran di Senggigi selama WSBK ini, patut menjadi pembelajaran. Sehingga dapat lebih maksimal dalam melakukan persiapan dan berbenah lebih matang dalam menyambut gelaran MotoGP yang rencananya akan diselenggarakan di Mandalika pada Maret mendatang. “Setelah WSBK ini hotel-hotel harus lebih lagi mempersiapkan diri untuk gelaran MotoGP tahun depan,” harap Ketut. (win)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *