Sabar! Pelaku UMKM Gigit Jari, Pembeli Sepi

  • Bagikan
F pelaku UMKM
KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID BECEK: Kondisi terlihat becek di depan stand pelaku UMKM di PS1 areal WSBK pintu masuk penonton, Sabtu siang kemarin.

PRAYA – Selama ini pemerintah yakin jika produk UMKM laris manis dampak dari event balapan WSBK di Sirkuit Mandalika, Kecamatan Pujut. Ternyata itu meleset. Sebagian besar produk pelaku UMKM sepi peminat.

Salah satu pelaku UMKM, Nuraini mengaku, sejak hari pertama dan kedua pembeli sepi, hanya kebanyakan berlalu-lalang saja. “Memang ramai karena untuk nonton, tapi tidak ada pembeli,” ungkapnya di lokasi, Minggu sore kemarin.

Dia mengatakan, memang ada beberpa orang yang sudah mengunjungi standnya untuk menawar barang yang dia jual. Tapi tidak belanja.
“Ya biasa nawar-nawar aja,” curhatnya.

Sementara, Ketua Asosiasi Tenun Lombok Tengah, Lalu. Satriadi mengatakan, berjualan di sekitar sirkuit tidak seperti dibayangkan awal. Demikian dirinya yang membuka stand di stand VIP juga sepi pembeli.
“Semua tenun penjualan kosong tidak ada pembeli. Terutama di stand VIP, ” keluhnya.

Satriadi menerangkan, lokasi berjualan di stand VIP kemungkinan posisinya tidak pas, mengingat minimnya tamu yang melintas di jalur itu dan memang tertutup.

Satriadi menambahkan, ini merupakan pembelajaran dan semoga menjadi dapat dirembuk dan evaluasi baik bagi para pelaku UMKM dan pemerintah daerah.
“Untuk beli bensin saja gak ada, zonk total saya sekarang ini. Kami berpikir banyak yang laku,” katanya.

Sementara, Ketua Dewan Pengurus Cabang Himpunan Peramuwisata Indonesia (HPI) Lombok Tengah, Syamsul Bahri justru menyinggung cuaca. Katanya, harusnya ada prakiraan cuaca yang menjadi acuan dan dipersiapakan sedemikaian matangnya.
“Kondisi becek secara sikoligi mereka tidak nyaman hanya sekadar tanya-tanya produk, apalagi akan membeli,” ungkap dia.

Syamsul menuturkan, para pelaku UMKM juga banyak mengeluhkan persoalan ini. Katanya, paling tidak pemerintah melakukan inisiasi perbaikan drainase dan paving blok agar tidak becek. Mengingat pengalaman balapan hari kedua sempat adanya banjir dalam beberapa jam, kemudian air tersebut dapat turun namun menyisakan becek.
“Persiapan yang sangat kurang matang. Semoga di MotoGP lebih baik,” harap dia.(tim)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *