banner 300x600

Belum Habis! Tiket WSBK Baru Laku 1.500

  • Bagikan
F tribun
IST/RADAR MANDALIKA DIKEBUT: Sejumlah pekerja sedang memasang kerangka tribun di Sirkuit Mandalika Kuta, kemarin.

MATARAM – Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi menjelaskan tiga hari setelah dilaunching tiket, penjualnnya sudah mencapai 1.500. Yusron Optimis seluruh tiket bisa terjual habis. Dalam hal ini Yusran menyinggung harapan asosiasi pariwisata supaya mereka juga dilibatkan dalam penjualan tiket WSBK sekaligus nanti mereka juga sekalian menyiapkan paket wisata yang ada di Lombok.

“Besok ini teman-teman pariwisata kita akan ajak langsung turun lapangan,” kata Yusron.

banner 300x600

Jumlah asosiasi pelaku pariwisata di NTB terbilang banyak. Sehingga mereka mendapatkan kuota tiket antara seribu sampai dua ribu tiket yang dijual sekaligus digabungkan dengan paket wisata.

“Intinya mereka bisa dapatkan kuota. Harga bisa terjangkau dan juga bis digabungkan dengan paket perjalanan mereka,” terangnya.

Nantinya, H-5 atau H-7 penonton yang tiba di bandara mereka akan mendapatkan notifikasi sms obyek pariwisata yang dapat mereka kunjungi selama di Lombok.

Terkait dengan harapan sebagian publik agar harga diturunkan. Yusron menjelaskan harga tiket itu telah ditetapkan oleh tim khusus penyelenggara event. Justru harga yang telah diputuskan itu sesuai dengan analisa maupuan pertimbangan tertentu.

“Tapi masukan-masukan yang diterima tentu dijadikan pertimbangan,” terangnya.

Sementara, event WSBK Mandalika kurang sebulan lagi akan digelar. Dinas Pariwisata NTB diundang Komisi II DPRD NTB yang membidangi salah satunya soa pariwisata Selasa kemarin. Dispar diminta Komisi II menyampaikan perkembangan persiapan di daerah, kesiapan obyek pariwisata, akomodasi dan lainnya.

“Kita (komisi II) Rapat Dengar Pendapat dalam rangka bagaimanan kesiapan dari sisi Disparnya,” terang anggota Komisi II DPRD NTB, Khairul Warisin sebelum acara berlangsung.

Politisi Gerindra itu mengatakan, WSBK miniatur MotoGP. Kesukseskan MotoGP akan dilihat dinilai dari sejauh mana keberhasilan menyelenggaran WSBK itu. Dewan tidak menginginkan persiapan di daerah tidak maksimal.

“Ini cerminan, kalau WSBK ini berhasil maka MotoGp berhasil,” terang Warisin.

Untuk itu, menurutnya semua pihak harus terlibat secara bersama termasuk seluruh OPD yang ada di lingkup Pemprov. Warisin mengatakan yang masih belum dilihat maksimal terkait penginapan penonton. Sesuai kebijakan ITDC jumlah tiket yang disiapkan mencapai 25 ribu. Sementara jumlah hotel di NTB belum bisa mengkover seluruhnya. Dalam hal ini Warisin mendorong Dispar memberdayakan perumahan masyarakat lokal. Rumah warga bisa dibuat model sebaik mungkin. Sehingga secara langsung masyarakat dapat betul-betul merasakan dampaknya.

“Rumah masyarakat dibuat model semi penginapan. Yang penting bersih terutama toiletnya sesuai standar,” tegasnya.

Selanjutnya dari sisi transportasi. Dishub, lanjutnya mungkin bisa memfasilitasi taksi dan para grab supaya mereka juga menjadi jasa transportasi yang bisa dipakai para penonton.

“Ini saya kira tugas Dishub,” katanya.

“Dua hal ini saya kira masih kurang disiapkan,” tambahnya nyentil.(jho)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *