BDT Tak Beres, Anggaran Masker Minta Dialihkan

WhatsApp Image 2020 05 06 at 01.07.42

IST/RADARMANDALIKA.ID Ketua Komisi III DPRD Andi Mardan -Adi Bagus Karya Putra

PRAYA – Basis Data Terpadu (BDT) dinilai DPRD Lombok Tengah tidak beres. Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Lombok Tengah, Andi Mardan mengatakan, penanganan dampak wabah covid 19 secara Nasional melalui PKH, BPNT, JPS Gemilang, JPS Bersatu, BLT desa dan BST semua masih menyisakan pendataan tak beres. Sehingga sebagian besar tidak tepat sasaran.

“Kita sangat memadai untuk melakukan pendataan, cuma tidak dilakukan dengan benar,” sentilnya.

Terkait temuan pembagian sembako JPS Gemilang yang tidak jelas dan kualitas yang buruk, sebaiknya dihentikan dan diganti dengan BLT. Begitu pula kabupaten. Pemda jangan hanya tanggap dalam memberikan angin segar kepada masyarakat, tanpa menghiraukan masukan dari DPRD. Secara tekhnis, pelaksanaannya sampai saat ini belum terinplementasi, kurang lebih sebulan yang lalu berbicara masker malah sampai saat ini belum jelas persentasi yang terdistribusi. Belum lagi APD untuk tenaga medis dan tenaga pengangkut sampah.

Kader Partai Demokrat ini menambahkan, Pemda hanya tanggap dalam memberikan seruan atas keganasan wabah yang sedang melanda, namun secara juknis langkah apa saja yang akan diambil sampai saat ini belum memiliki wujud nyata.

 “Seluruh lapisan masyarakat lebih-lebih menengah ke bawah apapun profesinya berhak mendapatkan bantuan,” katanya.

Sementara, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Lombok Tengah, Adi Bagus Karya Putra menuturkan, akan lebih baik anggaran masker dialihkan ke bantuan lainnya, disamping meringankan beban Pemdes dalam memberikan bantuan di luar bantuan langsung tunai dari DD tersebut.

“Kita ketahui bersama dengan dana itu terjadi kisruh di bawah, karena tidak dapat merata. Tidak ada masyarakat yang merasa kaya dengan dampak wabah korona ini,” tegas Bajang Bagus.

 “Anggaran daerah kan masih di otak-atik dan belum fix,” tambahnya.

Politisi Partai Demokrat ini menambahkan, niat awal pengadaan masker ini baik, selain melindungi kesehatan tetapi juga menghidupkan UMKM di Lombok Tengah. Tapi ternyata sampai saat ini, belum di maksimalkan UMKM, melainkan yang mesan di UMKM merupakan perorangan, lembaga, dan partai yang disumbangkan.

“Pemda kita curigai akan memesan di luar daerah, kan ini muncul persepsi yang aneh,” katanya.(r2)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Data Penerima Bantuan Covid-19 Amburadul, Kades Protes

Read Next

Gubernur Minta Libatkan Lebih Banyak UMKM

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *