Bahas GTI, Dewan Udayana Pasti Dilibatkan

f sEKDA ntb scaled

DOK/RADAR MANDALIKA Lalu Gita Ariadi

MATARAM – Polemik kebijakan Pemprov NTB yang mengambil langkah Addendum masih terus bergulir di DPRD NTB. Namun Pemprov telihat santai. Justru harapan para Wakil Rakyat itu agar dilibatkan membahas pokok-pokok adendum akan diamini.
“Jangankan DPRD, rakyat saja kita dengar,” tegas Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi, Rabu kemarin.

Sekda memaklumi adanya penolakan terkait sikap Addendum tersebut. Hanya saja dalam hal ini Pemprov harus mengambil sikap yang terbaik untuk semua pihak. Terlebih sejak 25 tahun PT GTI dan Pemprov tidak bertemu, akhirnya mereka bertemu lalu menyepakati adanya adendum tersebut.

“Yang kemarin itu setelah sekian lama kosong tidak bertemu akhirnya bisa bertemu lalu yang dibahas ini itu (pokok adendum) dan isinya (detail) belum,” kata Sekda.
“Isinya apa di adendum itu belum kita bahas. Disitu ruang DPRD (dilibatkan),” tambahnya.

Saat ini Pemprov dalam fase menerima semua masukan dari berbagai pihak. Tidak terkecuali para wakil rakyat. Disamping itu juga draft isi dalam Adendum tersebut masih di susun oleh tiga tim yang dibuat Pemprov.

“Susunan draft isi addendumnya itu masih disusun. Masih belum dibahas. Pembahasan Addendum belum dimulai. Yang kita teken itu pokok-pokok adendum. Pokok pokok yang akan kita bahas bersama,” paparnya.

Anggota DPRD NTB, Sudirsah Sujanto justru mempertanyakan sikap pimpinan DPRD NTB terkait dengan rencana DPRD NTB akan mengundang gubernur NTB Zulkieflimansyah untuk Rapat Kerja (Raker) membahas sikap Addendum yang ditampuh Pemprov.

“Senin kemarin katanya gubernur akan diundang untuk Raker, tapi kok sampai sekarang belum ada,” katanya tegas.

Sudirsah salah satu wakil rakyat yang melawan ketika Adendum ditempuh gubernur. Menurut Sudirsah, langkah tersebut justru merugikan masyarakat Gili Trawangan.
“Saya setiap malam setiap hari didatangi masyarakat Gili terkait masalah GTI ini,” bebernya.

Sudirsah sangat menantikan raker tersebut bisa berlangsung dalam waktu dekat. Terlebih dewan secara kelembagaan melalui Pimpinan telah bersurat mengundang gubernur. Sudirsah sempat kecewa lantaran beberapa pertanyaan Fraksi Gerindra dalam pandangan umumnya tidak dijawab oleh gubernur dalam Paripurn jawaban gubernur atas pandangan umum fraksi-fraksi.

“Kami tunggu Raker itu,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD NTB, Muzihir berjanji akan segera melangsungkan Raker itu. Muzihir beralasan raker itu tertunda lantaran gubernur mendapat musibah yaitu kepergian ibunya.
“Seperti yang kita tahu pak gubernur sedang berduka,” katanya.(jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Banyak Investor Lirik Awang, yang Mau Membangun Nihil

Read Next

Bupati Loteng Sampaikan Pendapat Atas Ranperda Inisiatif Dewan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *