LOBAR—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar) memastikan perbaikan jalan Buwun Mas Sekotong yang amblas karena bencana alam akan diperbaiki permanen. Penanganan jalur vital itu akan menggunakan skema Instruksi Jalan Daerah (IJD) dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat.
Bupati Lobar Lalu Ahmad Zaini (LAZ) memastikan usulan perbaikan jalan ini telah disampaikan dan dikoordinasikan secara langsung dengan pihak Balai Jalan. Skema IJD menjadi pilihan strategis karena mampu menyerap anggaran APBN untuk percepatan pembangunan jalan-jalan daerah yang memiliki urgensi tinggi.
“Jalan Buwun Mas itu insyaallah akan ditangani pusat melalui IJD . Jadi nanti akan ‘dibedah’ gunung itu, diperbuat permanen sepanjang 9 kilometer,” ujar Bupati LAZ kepada awak media, akhir pekan kemarin.
Meski anggaran yang dibutuhkan tergolong besar, LAZ optimis proyek ini telah menjadi salah satu prioritas. Harapan tahun ini dikerjakan.
Salah satu poin penting rencana pembangunan ini dengan relokasi jalan. Kondisi jalan Saat ini yang bersebalahan tebing sungai dinilai sudah tidak layak dan tetap beresiko kembali amblas jika diperbaiki.
Sehingga menggeser jalur jalan agak ke tengah, menjauh dari bibir sungai dan tebing yang selama ini menjadi titik rawan longsor.
Bupati menjelaskan bahwa desain baru ini akan memotong area perbukitan agar jalan memiliki landasan yang lebih stabil.
“Kita usahakanlah tahun ini. Kalau tidak salah 9 kilometer itu nanti digeser jalan itu di tengah hutan itu, di tengah lagi supaya jangan lagi bersebelahan dengan kali (sungai), supaya tebingnya itu tidak ada,” jelasnya lebih lanjut.
Namun lahan yang akan dipergunakan untuk relokasi jalan baru itu diatas kawasan Hutang Lindung. LAZ mengaku sudah meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lobar mengurus proses pinjam pakai kawasan hutan di kementerian terkait. Langkah ini sangat krusial agar pengerjaan fisik memiliki legalitas yang kuat dan tidak melanggar aturan kehutanan yang berlaku.
Sembari menunggu proses administrasi dan pengerjaan permanen dimulai, penanganan darurat di ruas jalan Buwun Mas tetap dilakukan. Agar aktivitas ekonomi dan mobilitas warga tidak terputus total akibat kerusakan jalan saat ini.
“Tetaplah kalau itu (penanganan darurat) kita tetap, tapi kan bukan itu yang kita harapkan yang akan diperbaiki. Karena begitu dia ada di tebing sungai, tidak ada jaminan lagi tidak akan ada longsor kalau ada air yang lebih besar. Makanya dia lewat tengah,” pungkas Bupati.
Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PUPR-KP) Lobar bersama Balai Jalan sudah turun mengecek kondisi jalan Buwun Mas yang rusak. Pemeriksaan kondisi itu bagian rencana skema untuk pengalihan jalur baru jalan. (win)
