30 Tahun Guru Ngaji Ini Ngesot ke Musala, Sahnan: Saya Ihklas Demi Allah

WhatsApp Image 2021 04 27 at 06.25.17

KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID Sahnan guru ngaji dari Desa Bunut Baok

PRAYA-Sahnan, 40 tahun seorang guru ngaji dari Dusun Bundadak Desa Bunut Baok, Kecamatan Praya. Pria dengan kondisi cacat fisik ini sudah 30 tahun lamanya menjadi guru ngaji di kampung halamannya. Selama itu, Sahnan ke lokasi mengajar ngaji dengan cara ngesot. Ia ke lokasi mengajar menempuh perjalanan sekitar setengah jam lamanya. Hal ini disebabkan kondisi fisik yang tidak normal.

“Kalau musim hujan saya sering jatuh ke sawah. Saya kemudian minta tolong ke warga dan murid saya,” ungkapnya saat ditemui Radar Mandalika Group, Selasa sore kemarin.

Selain itu, selama mengajar ngaji ia selalu membawa dua pakaian ganti. Takutnya ada kotoran yang nempel di pakai yang menyebabkan tidak suci atau bersih.

“Saya sendiri ke sana, dan memang sudah terbiasa. Paling parah dulu saat jalan beum diperbaiki,” ungkap dia.

Menurutnya, jarak dari rumah ke musala tempat dia ngajar ngaji sekitar 80 meter, namun jalan ke sana berlubang, bergelombang dan agak nanjak.”Saya jadi guru ngaji sudah lama, sebelum menikah. Saya juga tidak pernah sekolah,” ceritanya.

 Ia menambahkan, jumlah murid yang diajar ngaji sekarang ini sekitar 40 orang. Kalau dihitung dengan sejak awal, sudah ratusan orang bahkan sekarang mereka banyak jadi orang suskses.”Saya bersyukur, dan demi Allah saya mengabdi jadi guru ngaji,” ucapnya.

Bicara bantuan, Sahnan mengaku hanya memperoleh bantuan beras yang ia terima di desa. Sementara bantuan lain tidak pernah.”Honor jadi guru ngaji tidak ada, ya saya selalu bersyukur,” ucapnya lagi.

Di samping itu, Sahnan pernah mengalami kondisi kehidupan sangat pahit. Untuk makan saja tidak ada, wajar karena tidak ada mata pencaharian.”Satu piring berdua sering,” bebernya.

Kondisi ini juga dibenarkan tetangga dekat sang guru ngaji. Katanya, untuk sampai ke rumah dari lokasi mengajar cukup lama.”Muridnya sudah enak tidur, dia masih ngesot pulang. Bahkan pernah sekali pak Sahnan ketemu maling,” kata seorang tetangga perempuan yang tidak menyebutkan namanya.(r1)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Berkas Calon Rektor UIN Mataram Segera Diuji

Read Next

Plt Kadispar Loteng Buka Diskusi Kelompok Terpumpun PMK3I

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *