Warning Kasek tak Punya NUKS

Bayangkari sahip 1 scaled

HAZA/RADAR MANDALIKA BAYANGKARI SAHIP

PRAYA – Kepala sekolah (kasek) diwajibkan untuk memiliki Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS).
Dinas Pendidikan Lombok Tengah (Loteng) melalui Kepala Bidang (Kabid) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Bayangkari Sahip mengatakan, NUKS merupakan nomor khusus yang dikeluarkan dan dicatat dalam database nasional oleh Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) sebagai penjamin mutu penyelenggaraan penyiapan calon kepala sekolah atau madrasah.

“Sesuai dengan surat edaran No 6 Tahun 2018 mengenai penugasan guru menjadi kepala sekolah bahwa kepala sekolah yang belum memiliki NUKS sekolah tidak bisa menerima dana bantuan operasi sekolah (BOS) dari pemerintah. Selain itu kepala sekolah tidak bisa menandatangani ijazah dan sertifikasi tidak terbayar. Ini akan berlaku pada tanggal 1 Juli 2021 mendatang,” tegasnya, kemarin.

Menurut dia, NUKS mulai diterapkan di tahun 2019 sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 6 Tahun 2018, tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah. Jika belum diterapkan maka tidak akan bisa menandatangani, baik Ijazah maupun pencairan dana BOS.

“Jika belum memiliki Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepala Sekolah (STTPPCKS) dan NUKS, kepala sekolah harus mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat),” tuturnya.

Ia membeberkan hampir seluruh kepala sekolah jenjang SD maupun SMP di Lombok Tengah belum memiliki NUKS dari perkiraannya 270 ooran lebih yang belum memiliki NUKS. Ia melanjutkan, bagi kepala sekolah yang diangkat tanggal 20 April ke bawah tahun 2018 tidak wajibkan untuk mengikuti Diklat tetapi penguatan langsung. Begitu juga sebaliknya, guru yang diangkat menjadi kepala sekolah 20 April ke atas tahun 2018 harus mengikuti proses seleksi administrasi Substantif dan Diklat.

Ia menambahkan, yang menjadi kelemahan dinas selama ini karena minimnya dana APBN untuk pengembangan mutu guru. Dari sekian dana tersebut lebih di alokasikan untuk prasarana saja jadi untuk peningkatan kualitas guru kurang pendanaan.

“Syukur-syukur ada program guru penggerak sebagai wadah peningkatan kualitas guru,” ucapnya.
Sementara pihaknya akan terus berupaya agar seluruh kepala sekolah di Lombok Tengah bisa memiliki NUKS. (cr-hza)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Mo-Novi Diharap Mampu Berkolaborasi

Read Next

UIN Mataram Sangkal Statement Institut Transparansi Kebijakan NTB

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *