Warga Desak Kasi Kesra Bagik Payung Selatan Dipecat

F PECAT

MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA PECAT : Kades didampingi Camat Suralaga, saat mengumumkan Kaur Kesra dipecat setelah mendapat desakan ratusan warga Bagik Payung Selatan, kemarin.

LOTIM – Ratusan massa dari Desa Bagik Payung Selatan Kecamatan Suralaga Lombok Timur (Lotim), menggeruduk kantor desa, kemarin. Massa mendesak Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat (Kasi Kesra) Desa inisial ZU dipecat. Atas desakan yang terus memanas itu, Penjabat Kepala Desa Suralaga di hadapan massa, langsung mengumumkan pemecatan Kasi Kesra. Keputusan pemecatan diambil, setelah mendapat saran langsung dari Camat Suralaga, atas dasar berbagai pertimbangan.

Dalam aksi itu, massa menuding Kasi Kesra sering menjadikan kantor desa sebagai tempat prostitusi, yang merupakan perbuatan asusila. Seringkali melakukan penyelewengan terhadap bantuan sosial seperti sembako atau bantuan lainnya yang tak pernah tepat sasaran. Mengedepankan kepentingan pribadi atau golongan, tanpa melihat kondisi masyarakat dibawah. Bahkan hasil pantauan masyarakat, Kasi Kesra itu dilihat jarang masuk kantor atau melalaikan tugas. Sebab, setiap harinya dari pagi dilihat mondar mandir di tempat tinggalnya, tanpa melakukan tugas dan kewajibannya sebagai perangkat desa untuk melayani masyarakat.

Dalam orasi dilakukan Amri, tokoh Pemuda Desa Bagik Payung Selatan, aksi spontan ini merupakan puncak kekecewaan masyarakat yang selama ini telah ditahan. Sangat ironi, setiap bantuan selalu mengedepankan kalangan keluarga. Sementara, banyak masyarakat seperti jompo, yang sangat layak mendapat bantuan seperti bantuan sembako, justru dibuat menjadi penonton. “Hanya satu tuntutan kami, Kasi Kesejahteraan Rakyat harus dipecat,” teriaknya.

Terpisah, Penjabat Kepala Desa Bagik Payung Selatan, Fauzi, saat dikonfirmasi Radar Mandalika di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lotim, mengatakan, pemecatan dilakukan atas dasar aspirasi dan desakan masyarakat, serta saran langsung dari Camat Suralaga. Namun secara mekanisme administrasi, tetap akan diproses sesuai aturan perundang-undangan. “Masalah proses sesuai aturan akan dilanjutkan atau tidak, nanti kami akan bahas dengan Sekretaris Desa (Sekdes),” jawabnya.

Saat ditanya dasar pemecatan, dibenarkannya bahwa Kasi Kesra itu jarang masuk kantor, berkembang ditengah masyarakat menjadikan kantor desa sebagai tempat prostitusi dengan salah satu perempuan, dan telah diberikan Surat Peringatan (SP) pertama. Bahkan yang membuatnya jengkel, bantuan Jaringan Pengaman Sosial (JPS) Gemilang yang totalnya 88 paket, disalurkan secara diam-diam tanpa sepengetahuannya sebagai penjabat desa. Setelah dilakukan kroscek ke masing-masing kepala wilayah, bantuan yang tersalurkan hanya 80 paket, sisanya empat paket entah dikemanakan.

Tidak itu saja, Pemerintah Desa telah menganggarkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa Rp 462 juta, untuk 257 Kepala Keluarga (KK). Kasi Kesra itu, menyatakan diri siap melakukan pendataan penerima BLT Desa, namun hingga kini data penerima BLT Desa itu belum diserahkan ke desa.

Tetapi begitu ditanya kapan penerbitan SP atau surat teguran itu, Fauzi mengaku surat teguran dilayangkan belum lama ini. Sedangkan teguran kedua, dan teguran ketiga, serta pemberhentian sementara sesuai Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang pemerintahan desa, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 67 tahun 2017 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa.

“Waktu itu kami musyawarah langsung dengan camat, sehingga memutuskan dipecat. Karena kata Camat, penyampaian dipecat itu agar masyarakat cepat bubar dan masalah mekanisme sesuai aturan, nanti akan kita laksanakan,” pungkasnya. (fa’i/r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Niken Beri Motivasi untuk Anak-anak di BRSAMPK “Paramita”

Read Next

Bulan Ramadan, Penjudi Sabung Ayam Digerebek

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *