Tujuh Tenaga Medis di Lobar Positif Korona

F COVID

FOTO WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA TERPANTAU: Pengendara melintas depan RSUD Tripat Gerung.

LOBAR—Ada tujuh tenaga medis di Lombok Barat (Lobar) dinyatakan positif terjangkit covid-19. Setelah pemerintah Provinsi NTB merilis daftar tambahan pasien positif, Selasa (26/5) lalu. Bahkan tercatat para tenaga medis itu justru bukan yang bertugas dalam penanganan Covid-19. Melainkan perawat dan bidan di Rumah Sakit milik Pemkab Lobar.

 Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lobar, Hj Ni Made Ambryati yang dikonfirmasi membenarkan hal itu. “Iya betul, ada dua di RSAM (Awet Muda) Narmada dan ada di RSUD Tripat ada lima orang,” beber Ambar yang dihubungi melalui telepon, Rabu siang.

Hingga kini belum diketahui dari mana sumber terpaparnya para tenaga medis itu. Sebab tak ada riwayat berpergian dari daerah terjangkit atau kontak dengan pasien positif covid. Pihaknya baru bisa menduga para tenaga medis itu terkena transmisi lokal. Karena para tenaga medis itu tidak bertugas di ruang isolasi penanganan covid-19. Penelusuran tempat tugas selain di Rumah Sakit daerah dilakukan pihaknya.

“Kan kita harus tau juga, bidan ini dia prakte tempat swasta atau ndak? apakah dia kerja hanya di Rumah Sakit Tripat? karena perawat sama bidan kan boleh praktek,” beber Ambar.

Sekarang, tujuh tenaga medis itu sedang dalam perawatan di rumah sakit. Tracking kontak juga dilakukan pihaknya. Baik rekannya yang satu ruangan maupun pihak keluarganya. Sejauh ini sudah ada 27 tenaga medis rekan dari pasien positif yang dikarantina di salah satu hotel kawasan Senggigi. Sambil menunggu hasil swab test. Sebab, Ambar mengatakan jika tenaga medis tidak dilakukan rapit test namun langsung di-swab.

“Yang masih dikarantina itu 27 orang,” sebutnya.

Selain itu, pihaknya juga men-swab keluarga dari tenaga medis yang positif itu. Hanya saja tidak semua karena sebagian tenaga medis di Lobar itu beralamat di Kota Mataram.

“Jadi yang alamatnya Lobar kita yang punya tugas,” katanya.

Walaupun mulai banyaknya tenaga medis di Lobar yang terjangkit covid. Ambar menilai belum membuat jumlah tenaga medis di Lobar berkurang. Karena pelayanan rumah sakit tak boleh ditutup. Hanya saja jumlah pasien yang dilayani berkurang.

“kita hanya mengurangi jumlah pasien,” pungkasnya. (win)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Sebulan BIL Akan Ditutup

Read Next

Giliran Demokrat yang Mendadak Bicara Bahaya PKI di Tengah Pandemi Covid-19

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *