Tolak Kedatangan KAMI di NTB

F pendemo

TOLAK: Massa saat orasi menolak kedatangan KAMI ke NTB, Selasa kemarin.

MATARAM – Massa aksi menolak kedatangan Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI) ke NTB. Massa melakukan aksi di halaman Masjid Hubbul Wathon, Islamic Centre, Selasa sore kemarin. Massa yang tergabung dari kelompok pemuda, mahasiswa, pelajar dan Laskar Sasak berorasi bergantian di halaman rumah Allah.

Seorang orator, Lutfi menegaskan, warga NTB sudah hidup rukun dan damai. Sehingga tidak mau terpecah-pecah dan apa yang ada sekarang sudah baik.”Kami masyarakat NTB siap menolak kedatangan KAMI,’’ tegasnya.

Lutfi menjelaskan, selama ini jangan sampai ada yang terprovokasi oleh pihak – pihak tertentu. Penolakan terhadap KAMI dengan alasan selama ini kehidupan berbangsa sudah berjalan demokratis.

Ketua OKP, Rasman juga mengatakan hal yang sama. Dia menolak kedatangan KAMI ke Pulau Seribu Masjid ini. “Kita menolak KAMI,’’ katanya.

“Kita juga diporak-porandakan dengan isu yang tidak sesuai dengan realistis. Oleh karena itu kita menolak KAMI,’’ tambahnya.

Sementara itu, Sekjen Laskar Sasak, Lalu Wahyudi Zakaria  mengatakan, kalau Laskar Sasak juga termasuk yang menolak KAMI datang. “Sekitar 40 orang Laskar Sasak turun menolak KAMI,’’ bebernya.

Katanya, Laskar Sasak menolak KAMI karena kehidupan di Lombok dan NTB sudah aman dan nyaman serta tidak terusik dengan provokasi lain-lain. “Kita ingin keutuhan NKRI ini terjaga utuh, tidak berserak,’’ tegasnya.

Oleh karena itu, Laskar Sasak akan selalu tampil untuk menjaga keutuhan Republik tercinta ini. Pihaknya juga tak segan-segan turun dengan jumlah yang lebih banyak lagi untuk aksi menolak KAMI.

Koordinator Umum Aksi menolak KAMI, Ahyar Rosidi mengatakan penolakan ini bukan hanya ikut-ikutan. “Kami telah melakukan kajian sebelumnya sehingga kami menolak tegas,’’ katanya tegas.

Sementara itu, Ketua DEMA UIN Mataram, Hamidi mempertanyakan kelahiran KAMI yang ada di tengah Pandemi Covid 19.

“Kita menolak deklarasi KAMI di NTB,’’ jelasnya.

Sebagai pemuda yang sadar akan pentingnya NKRI, siap melawan gerakan yang mengancam keberlangsungan negara sesuai dengan amanah yang tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945. Penolakan juga dilakukan Aliansi Pemuda NTB, koordinator aksi, Parwadi menolak keras kelompok yang memecah belah umat di Pulau Seribu masjid. Jika ada yang ingin memecah belah maka akan berhadapan dengannya.

“Kami tidak ingin ada kelompok atau aliansi-aliansi yang ingin memecah belah bangsa dan umat,” tegasnya.

Orator lain, Solihin mengatakan banyak kelompok yang ingin memecah belah kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

“Akhir-akhir ini ada banyak gerakan,” tegasnya.

Dia menegaskan, NTB itu provinsi yang damai dan menjaga persatuan. Jangan ada lagi penjahat-pejabat, kelompok-kelompok kita itu satu. Yaitu bangsa indonesia yang harus kita jaga.

Senada dengan itu, Sekretaris PGK NTB mengatakan bahwa Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia merupakan sekumpulan orang yang harus ditolak kehadirannya.

“Kita menolak dengan tegas koalisi aksi menyelamatkan indoensia, indonesia baik2 saja. KAMI itu kumpulan anak2 yang ingin deklarasi,” tegasnya.

Korlap Aksi, Al-mukmin Betika menilai kehadiran KAMI menimbulkan konflik besar di Nusa Tenggara Barat.

“Kepentingan politik, gerakan aksi menyelamatkan indoensia. Keharusan kami di NTB memunculkan konflik besar. Kami dari Aliansi Pemuda Bersatu NTB kehadiran KAMI mengatakan KAMI memunculkan konflik besar,” ungkapnya.(jho/rif)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Pemerintah Ajak Bijak Berinternet Ditengah Pandemi Covid-19

Read Next

AJI Minta Tidak Ada Jumpa Pers

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *