Tidak ke Satu Calon, NU Bisa Saja ke Lale Sileng

WhatsApp Image 2020 10 26 at 7.56.09 AM 1

MATARAM – Putra Ketua Tanfiziah PWNU NTB, almarhum TGH Ahmad Taqiyuddin Mansyur, Habibul Umam menyatakan, dengan tegas NU tidak mendukung salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati di Lombok Tengah. Hal itu untuk mengklarifikasi beberapa hari yang lalu muncul statemen oknum yang menginstruksikan bahkan mewajibkan warga NU wajib mendukung salah satu paslon.

“Statemen tersebut tidak benar dan menyesatkan. Bahwa merujuk kepada fakta sejarah PWNU NTB di masa kepemimpinan Almagfurullah TGH. Ahmad Taqiuddin Manshur, secara tegas menyatakan bahwa sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama secara institusi tidak dalam posisi menggiring dukungan kepada salah satu calon menjelang Pilkada,” tegas Sekretaris Yayasan Pontren NU Almansyuriah Taklimusshibyan Bonder dikonfirmasi Koran ini.

Politisi PKB itu menjelaskan, bahwa NU selalu mempersilakan kader nahdliyin untuk tampil dalam kancah perpolitikan, tapi  secara institusi NU dalam sikap politiknya tidak dalam posisi menggiring  ke salah satu calon.

“Artinya NU tetap membebaskan warga nahdliyin. Secara institusi NU ada dalam posisi mencerahkan. Bahwa  NU harus tetap berada sesuai dengan koridornya  berdasarkan hasil Munas alim ulama NU di Situbondo Jawa Timur pada tahun 1983 adalah kembali kepada Khittah NU 1926,” lanjutnya.

Melihat realita tersebut, maka tokoh-tokoh NU yang terlibat sebagai timses salah satu calon tidak berhak mengklaim dukungan NU kepada salah satu calon.

Lebih lanjut Gus Habib mengatakan, dalam memberikan pencerahan kepada jamiyah Nahdatul Ulama, maka tokoh-tokoh NU yang terlibat sebagai timses masing-masing seharusnya bersandar kepada nilai-nilai ahlussunah wal jamaah yaitu tawasuth (moderat), tasamuh (toleransi,) ta’awun (berimbang), dan amar ma’ruf nahi munkar.

“Bukan secara fulgar mereka berkampanye apalagi dalam kegiatan kegiatan keagamaan,” sindirnya.

Habib menceritakan, mukaddimah pidato sambutan ayahanda TGH Ahmd Taqiuddin Manshur di setiap acara berbunyi.  ” Alhamdulillahil Qā’il, Innamā Yakhsyallaha min ‘ibaadihil ‘Ulama’. Wassholatu wassalamu ‘alā sayyidina Muhammadinn Nabiyyan wa rosūla, Wa ‘alā ālihi wa sohbihi wa man tabi’ahu wal ‘Ulama’warotsatul Anbiya’. Allahummaj’al Lana Amri Nahdotil ‘Ulama’, Ghālibatan wa Farajan wa Makhraja”.

“Artinya beliau selalu memuliakan ulama dan Nahdlatul Ulama sebab ulama adalah pewaris para nabi. Maka marwah NU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia harus dijaga dan dihormati,” katanya.  

“Jelas posisi NU secara institusi tidak mengiring ke salah satu calon.  Dalam Pilkada Lombok Tengah bisa saja warga NU memilih Lale Prayatni ( Lale Sileng) atau yang lain, tapi kami mempercayakan (Lale Prayatni sebagai pemimpin pilihan KU,” pungkasnya.

Habib mengatakan, suami Lale Sileng yaitu Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi merupakan sabahat almagfurlah sejak masih hidup. Sehingga menurutnya wajar jika warga NU atau santri maupun alumni Pondok di kawasan selatan mengarahkan dukungannya ke Paslon Nomor Urut 1 Lale Prayatni-Sumum.

“Ya beliau sahabat almarhum bapak. Begitu juga dengan ibunya Lale Prayatni,” pungkasnya. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Mengikuti Jelajah Air Terjun Timponan Lobar Dengan Honda ADV150

Read Next

Komisi I Benarkan Ada Pemangkasan 45 Persen

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *