Tempat Salat Ied Diperbanyak

F masjid agung

IST/RADAR MANDALIKA PROKES: Anggota Kodim 1620 Lombok tengah menempel batas jarak bagi jamaah yang ibadah di Masjid Agung, beberapa waktu lalu.

Muhammadiyah Lebaran Hari Kamis//sub
MATARAM – Pemerintah Provinsi NTB membolehkan masyarakat NTB melaksanakan salat hari raya Idul Fitri 1442 1 Syawal di tengah pandemi covid-19. Namun untuk menghindari terjadinya tumpukan jamaah salat ied, atau bisa melanggar protocol kesehatan. Pemerintah meminta kepada masyarakat untuk memperbanyak tempat salat ied dibuka.
Di antaranya, lapangan umum, musala, masjid dan kantor pemerintah yang bisa digunakan. Dalam pelaksanaan nanti, pemerintah mewajibkan ada panitia yang mengawasi dengan penerapan standar protocol kesehatan.
“Akan diselenggarakan dengan Prokes ketat,” ungkap Kepala Biro Kesra Setda NTB, Ahmad Mashuri yang dihubungi, kemarin.

Untuk menghindari kerumuan, pemerintah telah membuka semua lokasi maupun tempat tempat ibadah yang bisa dipakai masyarakat umum. Ini tujuannya memecahkan konsentrasi masyarakat di satu titik.
“Seperti musala ataupun lapangan. Untuk Provinsi kita akan buka di IC (Islamic Center) dan kantor gubernur,” bebernya.

Katanya, jika banyak tempat yang dibuka tentu memudahkan masyarakat melangsungkan salat Ied secara longgar alias tidak numpuk di satu tempat. Setiap lokasi akan diatur secara ketat. Kapasitas tempat tersebut maksimal 50 persen dari kapasitas awal. Jarak pun minimal satu meter. Jamaah diharuskan memakai masker, membawa sajadah sendiri, sendal disimpan sendiri.
“Pengukur suhu tubuh disiapkan. Jamaah yang boleh masuk maksimal suhunya 37 derajat Celcius. Membawa alas kaki sendiri, sajadah sendiri,” kata Mashuri.

Sesuai Surat Edaran Gubernur NTB nomor 451, setiap lokasi diharuskan ada panitia petugas khusus untuk mengatur jamaah. Mereka yang juga akan terus mengimbau jamaah supaya tidak berkerumun tetap memakai Prokes. Mashuri mengatakan pemerintah jauh -jauh hari telah melakukan sosialisasi dengan memanfaatkan berbagai media.
Semua pihak, lanjutnya tentu tidak menginginkan kasus seperti di India terjadi. Apalagi salat Ied nanti tidak bisa dipungkiri jumlah jamaah yang akan melaksanakan.

“Makanya Prokes harus betul-betul kita terapkan,” tegasnya.

Ditanya sanksi jika ada panitia melanggar prokes, Mashuri mengaku dirinya tidak berbicara terkait sanksi. Namun yang jauh lebih penting bagaimana petugas khusus di lokasi itu dapat mengarahkan jamaah. Jika pun terjadi penumpukan maka oleh Satgas akan diimbau berpencar.
“Yang di India menjadi kekhawatiran. Jangan sampai olahraga lagi nangani Covid-19,” katanya lagi.

Ditambahkan dia, kapasitas ketentuannya maksimal 50 persen. Mislanya, di IC bisa isi 5 ribu maksimal 2,5. Sementara jarak minimal satu meter, pakai masker, menyediakan hand sanitizer. “Sesuai SE gubernur 451 disebutkan harus ada panitia disitu. Masjid dan musala menunjuk petugas khusus untuk imbau jamaah tetap jaga Prokes,” tegasnya.
“Jangan sampai ada klaster baju lebaran, klaster idul Fitri. Makanya open house pun tidak dibolehkan,”tambahnya.

Malam lebaran pun pemerintah melarang aktivitas takbiran keliling. Mereka boleh takbir tetapi di musala atau masjid mereka masing-masing.
“Bukan takbirnya yang dilarang tapi berkumpul itu tidak boleh,” pungkasnya.

Sementara itu, di Kabupaten Lombok Tengah juga menerapkan hal serupa. Di sana pemerintah membolehkan pelaksanakan salat ied dan masjid dan musala.
Plt Sekda Lombok Tengah, HL Idham Khalid mengatakan, untuk salat idul fitri pemerintah sudah mengeluarkan maklumat. Dalam maklumat itu berbunyi, kalau pelaksanaan salat idul fitri boleh dilaksanakan di masjid, musala dan lapangan terbuka. Hanya saja diwajibkan untuk menerapkan prtokol kesehatan.
“Salat Idul fitri diperbolehkan. Tetapi kapasitas dan protokol kesehatan harus dilajankan dengan disiplin,” kata Idham.
Selain itu, yang paling penting juga adalah kapasitas jamah salat harus diperhatikan, tidak boleh melebihi 50 persen dari kapasitas tempat agar memungkinkan untuk menjaga jarak antar shaf dan antar jamaah.”Sebelum masuk masjid agar panitia salat menyiapkan pengecekan suhu tubuh dalam rangka memastikan kondisi jamah dalam kondisi sehat,” katanya.
Ditambahkan Kabag Humas dan Protokol Setda Lombok Tengah, HL Herdan. Surat imbuan atau maklumat untuk pelaksanaan idul fitri mendatang sudah menyebar ke tengah masyarakat. “Maklumat itu penting diperhatikan,” kata Herdan.
Sementara, terkait pelaksanaan salat idul fitri bagi pejabat dan ASN yang ada di Pemkab rencananya bakal dilaksanakan di Masjid Agung. “Untuk pemerintah telah putuskan akan salat idul fitri di Masjid Agung,” bebernya.

Terpisah, Kapolres Lombok Tengah, AKBP Esty Setyo Nugroho menerangkan saat malam hari raya idul fitri kegiatan takbir dilakukan di masjid atau musala masing-masing. Tidak ada takbiran keliling.
“Tentunya segala bentuk keramaian seminimal mungkin, jangan sampai nanti kegiatan keagamaan yang niatnya baik malah menimbulkan klaster baru,” kata kapolres.
Di balik persiapan salat ied, namun Muhammadiyah justru sudah menetapkan jadwal hari raya idul fitri.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah memutuskan untuk 1 Syawal alias lebaran akan jatuh pada Hari Kamis, 13 Mei 2021. Hal ini berdasarkan maklumat PP Pusat Muhammadiyah
Nomor 01/MLM/I.0/E/2021 tentang penetapan hasil hisab ramadhan, Syawal dan Zulhijah 1442 H. “Muhammadiyah telah menetapkan hari dan tanggal awal Ramadan dan satu Syawwal. satu Syawal jatuh pada Kamis tanggal 13 Mei 2021,” ungkap Wakil Ketua PW Muhammadiyah NTB, TGH Marliadi di Mataram, kemarin.

Dengan maklumat tersebut maka semua jamaah Muhammadiyah harus melaksanakan Salat Idul Fitri di Kamis itu juga.

“Dan wajib diikuti oleh semua jenjang Perserikatan,” terangnya.
Dalam maklumat tersebut disebutkan dada penetapan satu Syawal yaitu berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah yaitu bulan Ramadan 1442 H. Pertama Ijtimak jelang Ramadan 1442 H terjadi pada hari Senin Pon, 12 April 2021 M pukul 09:33:59 WIB.
Kedua Tinggi Bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta (  = -07 48 (LS) dan  = 110 21 BT ) = +03
44 38 (hilal sudah wujud), dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat terbenam Matahari itu Bulan berada di atas ufuk.
Ketiga 1 Ramadan 1442 H jatuh pada hari Selasa Wage, 13 April 2021 M. Selanjutnya penetapan bulan Syawal 1442 H pertama Ijtimak jelang Syawal 1442 H terjadi pada hari Rabu Pon, 12 Mei 2021 M pukul 02:03:02 WIB. Kedua Tinggi Bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta (  = -07 48 (LS) dan  = 110 21 BT ) = +05
30 58 (hilal sudah wujud), dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat terbenam Matahari itu Bulan berada di atas ufuk.

“1 Syawal 1442 H jatuh pada hari Kamis Wage, 13 Mei 2021 M,” terangnya.

Selanjutnya bulan Zulhijjah 1442 H ditetapkan Ijtimak jelang Zulhijah 1442 H terjadi pada hari Sabtu Pahing, 10 Juli 2021 M pukul 08:19:35 WIB.
.Tinggi Bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta (  = -07 48 (LS) dan  = 110 21 BT ) = +03
09 18 (hilal sudah wujud), dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat terbenam Matahari itu Bulan
berada di atas ufuk. 1 Zulhijah 1442 H jatuh pada hari Ahad Pon, 11 Juli 2021 M.
Berdasarkan hasil hisab tersebut maka Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1442 H jatuh pada hari Selasa Wage, 13 April 2021 M.
1 Syawal 1442 H jatuh pada hari Kamis Wage, 13 Mei 2021 M.
1 Zulhijah 1442 H jatuh pada hari Ahad Pon, 11 Juli 2021 M.
Hari Arafah (9 Zulhijah 1442 H) hari Senin Legi, 19 Juli 2021 M.
Idul Adha (10 Zulhijah 1442 H) hari Selasa Pahing, 20 Juli 2021 M.

“Maklumat itu disampaikan agar menjadi panduan bagi warga Muhammadiyah dan dilaksanakan
sebagaimana mestinya. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita,” ucapnya.
Dia berharap semoga semua umat Islamselalu bersama. Kalaupun berbeda ia mengajak agar saling menghormati dan menghargai perbedaan. (jho/jay)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Lansia Tidak Bisa Berangkat untuk Ibadah Haji 2021

Read Next

Dari Reses, Anggota DPRD Loteng Tampung Aspirasi Masyarakat

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *