MATARAM – Pelaksanaan Tablig Akbar bersama Ustaz Abdul Somad (UAS) yang dijadwalkan pada 12 September 2026 di Masjid Al Ittihad, Desa Ranggagata, kini tinggal sekitar satu bulan lebih lagi. Menyambut momentum dakwah tersebut, panitia terus mematangkan berbagai persiapan agar kegiatan berlangsung lancar, khidmat, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Ketua Panitia Tablig Akbar UAS, Abdul Hamid, mengatakan sejumlah rapat koordinasi telah digelar untuk memastikan seluruh kebutuhan acara dapat dipenuhi. Selain itu, panitia juga mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan memasang spanduk dan baliho di sejumlah titik strategis.

“Kami juga telah memasang baliho serta menyiapkan KWH untuk lampu penerangan jalan sebagai bagian dari persiapan menyambut Tablig Akbar UAS,” ujar Abdul Hamid.

Tidak hanya berfokus pada aspek teknis, panitia juga menyiapkan rangkaian penyambutan yang bernuansa Islami. Salah satunya dengan membentuk Group Hadroh Forum Silaturahmi Keluarga Ranggagata (FSKR) yang beranggotakan para ibu-ibu.

Ketua FSKR, H. Maskur, S.Pd, menjelaskan Grup Hadroh FSKR akan membawakan lagu-lagu Islami dan salawat untuk menghibur sekaligus mengajak jamaah berselawat sebelum Ustaz Abdul Somad menyampaikan tausiah.

“Hadroh FSKR akan tampil menghibur para jamaah. Sebelum UAS hadir, tim Hadroh akan membawakan lagu-lagu Islami dan salawat agar suasana semakin khusyuk dan penuh keberkahan,” katanya.

Untuk memberikan penampilan terbaik, Tim Hadroh FSKR mendapatkan bimbingan langsung dari H. Ramiun, tokoh seni sekaligus maestro pelatih hadroh legendaris asal Dasan Agung, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Selama bertahun-tahun, H. Ramiun dikenal sebagai sosok yang mendedikasikan diri dalam melestarikan seni hadroh atau rebana klasik khas Lombok. Pengalaman dan dedikasinya diharapkan mampu menghadirkan penampilan hadroh yang memukau pada hari pelaksanaan Tablig Akbar.

Panitia berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses serta menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan semangat masyarakat dalam menimba ilmu agama melalui dakwah Ustaz Abdul Somad.

Sementara itu, Ketua Grup Hadroh FSKR Bini Keluarga Ranggata, Hj. Sahariawati, mengatakan bahwa grup hadroh bukan sekadar wadah melantunkan sholawat, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkokoh ukhuwah Islamiyah di tengah keluarga besar Ranggata.

“Melalui latihan rutin dan penampilan bersama, kami belajar membangun kekompakan, saling peduli, serta saling menguatkan satu sama lain. Dari hadroh ini tumbuh ukhuwah Islamiyah yang nyata, di mana suka dan duka kami rasakan bersama. Semoga setiap lantunan sholawat yang kami kumandangkan menjadi wasilah hadirnya keberkahan, kerukunan, dan ridha Allah SWT bagi seluruh Keluarga Ranggata,” ujarnya.

Ia menegaskan, semangat yang diusung FSKR Bini terangkum dalam slogan “Bersatu dalam Sholawat, Erat dalam Ukhuwah.” Menurutnya, setiap tabuhan rebana adalah doa, dan setiap lantunan sholawat menjadi jembatan yang menyatukan hati para ibu dan remaja putri Ranggata.

“FSKR Bini hadir bukan hanya untuk melestarikan seni hadroh, tetapi juga menumbuhkan kepedulian, semangat berbagi, dan saling menguatkan. Kami percaya, keluarga yang kuat lahir dari ukhuwah yang terus dijaga. Karena itu, mari bersama mengumandangkan sholawat demi Ranggata yang damai, rukun, dan penuh berkah,” tutupnya. (red)

KETERANGAN FOTO:

LATIHAN: Hadroh FSKR menggelar latihan dibimbingan langsung dari H Ramiun, tokoh seni sekaligus maestro pelatih hadroh legendaris asal Dasan Agung, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. (ist)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *