Suhaili Pastikan Orang Bodak Tidak Maju

F AAA H Moh Suhaili FT

JAPAR FOR RADAR MANDALIKA H Moh. Suhaili FT

PRAYA—Ketua DPD I Golkar NTB, H Moh. Suhaili FT angkat bicara di tengah persiapan perhelatan Pilkada Lombok Tengah, 9 Desember mendatang. Kepada media, Suhaili memastikan tidak ada bakal calon dari pihak Yatofa Bodak maju. Demikian juga putranya, Ferdian Elmansyah tidak jadi maju mendampingi HL Pathul Bahri.

Suhaili tak menyebutkan apa alasan sehingga Ferdi dan utusan dari Bodak tidak ada maju tahun ini. Namun disampaikan secara umum, bahawa ini sudah menjadi keputusan keluarga besar.

“Karena berbagai pertimbangan. Sehingga kami dari keluarga Yatofa Bodak tidak akan mengusung bakal calon pada pilkada tahun ini,” tegasnya di halaman kantor Camat BKU, Senin kemarin.

Suhaili membeberkan, untuk siapa bakal calon yang akan diusung melalui Partai Golkar nantinya. Itu masih dalam proses.  Sebab, untuk mengusung bakal calon tentu ada mekanisme partai yang akan dilalui. 

 Sementara disinggung mengenai kabar majunya Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Lombok Tengah, H Sumum menggantikan posisi Ferdi. Suhaili menyebutkan itu juga masih dalam proses. 

“Semua masih dalam proses,” katanya singkat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Lombok Tengah, H Sumum yang dikonfirmasi menjawab, dia mengaku siap maju ketika ada perintah dari Bupati H Moh. Suhaili FT.

 “Kalau ada perintah mau tidak mau harus siap,” katanya singkat.

Terpisah, Wakil Ketua Bidang Kerjasama Antar Lembaga DPD I Golkar NTB, Hasan Masad angkat bicara atas kabar yang beredar untuk Pilkada Lombok Tengah. Kepada wartawan Radar Mandalika, Hasan Masad mengatakan, saat ini belum ada figur kader sekuat Suhaili atau menandingi HL Pathul Bahri. Sehingga membuat Partai Golkar makin dilematis. Terutama pada tingkat popularitas.

 “Mungkin juga karena mereka petahana dan menjadi penekun ormas keagamaan Nahdlatul Ulama (NU),” sebut Hasan.

 Menanggapi kondisi ini, kata Hasan, maka pengurus Golkar harus dituntut untuk realistis, artinya siap kalah jika memaksakan menjadi nomor satu, atau mengalah menjadi nomor dua untuk membuka peluang kemenangan.

Hasan menambahkan, kondisi ini cukup memprihatinkan ketika Yatofa menggelar karpet putih untuk internal keluarga Yatofa. Yang artinya, untuk kalangan internal keluarga tidak mengutus siapapun dalam kontestasi Pilkada. Sementara yang diketahui selama ini, lumbung suara  Golkar kebanyakan pengaruh dari figur terdekat Yatofa.

“Tapi saya berharap, sebagai civilize atau Budaya Yatofa setidaknya akan menentukan sikap guna memberi pencerahan bagi pemilih, agar nantinya demokrasi dan pemerintahan di Lombok Tengah makin baik kedepannya,” harap Hasan.

Sementara, dengan di hadapkan dengan kondisi yang lain, secara internal Golkar sampai saat ini belum melakukan apapun menjelang Pilkada 2020. Semua bakal calon dalam status orang dalam pemantauan (ODP).

“Yang jelas dengan cermat dan tidak gegabah untuk menentukan sikap nantinya, kalau saya secara pribadi harus realistis,” katanya.(jay/cr-buy)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

40 Pria di Mataram “Gasak” Pria Nyamar jadi Wanita

Read Next

Ketua Gerindra NTB Sayangkan Ferdi Mundur

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *