Sorot Program Benih Bawang Putih di NTB

F. Johan Rosihan

JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA Johan Rosihan

MATARAM – Anggota Komisi IV DPR RI, H Johan Rosihan menyoroti pendistribusian benih bawang putih kepada petani dalam rangka program pengembangan budidaya bawang putih, khususnya di Provinsi NTB.
“Hal ini patut disayangkan karena faktor distribusi yang kurang baik telah menjadi penghambat untuk membantu petani demi optimalnya peningkatan produksi bawang putih nasional,” tegas Johan Rosihan kepada media di Mataram, Senin kemarin.

Johan menyebutkan, benih bawang putih merupakan salah satu input penting dalam proses produksi tanaman. Sehingga, realisasi distribusi yang tepat waktu sangat vital diperlukan. Sebab, kata dia, berhubungan dengan faktor cuaca dan karakter musim untuk budidaya bawang putih.

“Saya tekankan kepada pemerintah untuk segera memperbaiki fungsi berbagai saluran distribusi benih dan menciptakan sistem distrbusi benih yang lebih tepat waktu dan tepat sasaran,” tegas wakil rakyat di Senayan Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa itu.
“Agar petani sebagai penerima akhir dari benih tersebut dapat menerima manfaat dan menggunakan benih dari pemerintah secara optimal,”sambungnya.

Oleh karena itu, Johan meminta supaya ada sistem kontrol (controlling system) yang ketat terhadap pelaksanaan distribusi benih bawang putih, sehingga tepat waktu dan pelaksanaannya sesuai dengan kebutuhan lapangan.

“Jangan sampai banyak permainan yang lost control yang berakibat merugikan negara. Saya minta semua pihak ikut mengawasi pelaksanaan distribusi benih bawang putih ini secara baik agar cita-cita kita mewujudkan swasembawa bawang putih segera tercapai dan tidak tergantung lagi dengan impor,” tegasnya.

Menurut Johan, aspek perbenihan tidak hanya terkait penerapan teknologi dalam perbanyakannya, namun juga sangat ditentukan oleh jaminan kualitas, ketersediaan dan sistem distribusinya.
“Kita berharap pendistribusian benih bawang putih di NTB yang terpusat di Sembalun lebih tepat waktu dan memiliki kualitas benih yang bagus serta memiliki skema yang tepat jumlah dan tepat waktu sesuai dengan yang seharusnya diterima petani,” tegasnya lagi.

Politisi PKS itu Johan mendorong pemerintah segera bertindak memperbaiki fungsi saluran distribusi benih bawang putih di Provinsi NTB. Dimana saluran distribusi ini harus mampu mengatasi kesenjangan waktu, tempat dan penerimaan jumlah yang lebih presisi dari produsen benih ke petani.
“Saya minta kebutuhan petani akan benih bawang putih harus terpenuhi secara lebih presisi serta kegiatan distribusinya dapat lebih lancar dan tepat waktu sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan,” pintanya.

Tak hanya itu, dia juga berharap agar perbaikan fungsi saluran distribusi dapat dilakukan lebih serius. Karena, menurut dia, selama ini paradigma bantuan benih biasanya hanya berorientasi bahwa bantuan tersebut telah diterima petani dengan jumlah tertentu.

“Namun sering abai pada aspek ketepatan waktu, kualitas benih pada saat diterima petani dan tidak ada evaluasi pemanfaatan bantuan benih tersebut serta nilai kemanfaatan bantuan benih dalam sistem budidaya bawang putih yang dilakukan oleh petani,” pungkasnya.

Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB yang dikonfirmasi mengaku tidak ada kererlibatan Pemprov dalam distribusi benih bawang putih tersebut.
“Itu benih bawang putih yang diadakan oleh Satker Pusat,” tegas Kadistamben NTB, M Riadi, singkat. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Sekda Loteng Akan Diumumkan Saat Dilantik

Read Next

Selsai Reses, Dua Anggota DPRD NTB Positif Covid-19

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *