Sembilan Pegawai Korona, Dinsos Lobar Tutup

F PROKES. scaled

WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA SEPI: Kondisi pelayanan di Kantor Dinsos Lobar pasca terdapat pegawai yang positif Covid-19, kemarin.

LOBAR—Sembilan pegawai Dinas Sosial (Dinsos) Lombok Barat (Lobar) dinyatakan positif Covid-19. Setelah dilakukan rapid antigen massal di kantor itu menyusul adanya salah satu pegawai Dinsos dinyatakan positif Covid-19.

Berdasarkan pantauan wartawan Radar Mandalika kemarin, pelayanan di kantor itu ditutup sementara. Hanya ada beberapa pegawai yang dinyatakan negatif yang masuk. Namun tak ada satupun petugas di tempat pelayanan dan terdapat pemberitahuan bahwa pelayanan ditutup sementara karena petugas sedang menjalani swab antigen. Sementara di depan kantor terdapat tenda posko yang rencananya digunakan sebagai lokasi pelayanan sementara.

Dari keterangan beberapa pegawai, swab antigen itu sudah dilakukan sejak Senin (8/3) lalu setelah terdapat infomasi pegawai yang positif. “Tetap ada pelayanan, nanti kita alihkan keluar (posko pelayanan),” terang Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Dinsos Lobar, H Nasri saat ditemui.

Menurutnya pegawai yang sudah terindikasi Covid diminta untuk melakukan isolasi mandiri. Waktunya pun disesuaikan dengan kondisi yang ada di kantor. Mengingat hingga kemarin pelaksanaan rapid antigen masih dilakukan.

Sementara itu Kabid P3KL Dinas Kesehatan (Dikes) Lobar, dr H Ahmad Taufik Fathoni menerangkan sejauh ini sudah ada Sembilan pegawai Dinsos yang positif dari hasil rapid antigen. Namun hasil rapid tes antigen itu 90 persen akan sama positif ketika dilakukan tes polymerase chain reaction (PCR). “Senin (8/3) yang masuk ke dinas (datanya) ada 7 orang, yang swab di luar ada 1 jadinya 8. Yang belum saya dengar apakah bos-bos di atas itu juga swab, mungkin ada tambahan,” jelasnya.

Dikatakan, awal penyebaran virus dari salah satu pegawai yang terpapar Covid-19. Sehingga pihak Dinsos melakukan rapid tes antigen di Dikes Lobar untuk 40 pegawai pada Senin (8/3). Hasilnya 7 dinyatakan positif. Sedangkan untuk kemarin pihaknya masih mengumpulkan datanya. “Kalau yang positif isolasi mandiri, satu orang yang bergejala berat dirawat di RSUD Kota Mataram karena ada asmanya,” jelasnya.

Dengan adanya kasus positif dari pegawai Dinsos itu menambah jumlah kasus Covid di Lobar menjadi 1.129 kasus. Kondisi ini juga membuat hampir sebagian besar Rumah Sakit di Lobar penuh. Sehingga bagi penderita yang tidak bergejala lebih disarankan untuk melakukan isolasi mandiri. (win)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Dukungan AHY di Daerah Menguat

Read Next

Kasus Pencurian Mulai Marak di KLU

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *