Sekda: Kendaraan Dinas Tidak Boleh Dibawa Mudik!

  • Bagikan
F RANDIS
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA TERPARKIR: Kendaraan dinas yang dimiliki Pemkab Lobar. Tahun ini dilarang mudik menggunakan randis.

LOBAR – Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun -pejabat Lingkup Pemkab Lobar dilarang membawa kendaraan dinas (randis) untuk mudik lebaran Idul Fitri tahun ini. Sesuai Keputusan Kementerian Pemberdayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) yang memperbolehkan ASN mudik namun tak boleh menggunakan randis.
Terkait itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Lobar H Baehaqi mewanti-wanti para ASN yang memegang randis agar menegakkan kebijakan dan disiplin pegawai. Termasuk juga aturan tidak boleh menggunakan randis untuk mudik lebaran.
“Randis tidak boleh dibawa kemana-mana, tidak boleh dibawa mudik,” tegasnya, Selasa (26/4).
Ia menyarankan bagi pejabat yang akan mudik lebaran ke luar daerah menggunakan kendaraan pribadinya. Namun bagi pejabat yang mudiknya masih seputaran Pulau Lombok masih diberikan toleransi. “Kalau Mataram boleh, Lotim dan Loteng juga. Saat kerja pun tetap boleh gunakan. Yang kami larang adalah yang nyeberang, karena itu rentan,” imbuhnya.
Larangan menggunakan randis untuk mudik lebaran hingga keluar daerah itu menurutnya sebagai upaya antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Terlebih arus lalu lintas saat mudik lebaran sudah mengalami peningkatan akibat kebijakan pemerintah yang memperbolehkan mudik lebaran, pasca puncak Pandemi di 2021 lalu.
“Kita tidak ingin terjadi sesuatu terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan,” jelasnya lagi.
Lalu bagaimana dengan libur lebaran? Baehaqi mengatakan bahwa berdasarkan edaran dari pemerintah, libur lebaran Idup Fitri atau cuti bersama akan dimulai pada Jumat (29/4) mendatang hingga Sabtu (6/5). “Di sana sudah jelas kebijakannya tidak boleh ada yang menambah libur. Tanggal 6 Mei itu hari Sabtu, dan Senin-nya sudah harus masuk,” tutupnya kemudian. (win)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *