Sebut yang Hadir di KLB Abal-abal

F ilustrasi

ilustrasi

Kemenkumham Diharapkan Pahami Kondisi Hukum dan Politik

MATARAM – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) perwakilan NTB didorong menjadi instrumen Pemerintahan yang obyektif terutama dalam melihat Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat yang dilakukan oleh orang-orang luar yang ingin merebut partai Demokrat.

Senin kemarin, DPD Demokrat NTB barisan AHY di Mataram mendatangi kantor Kakanwil Kemenkumham. Mereka mengharapakan Kemenkumham bisa memahami fakta hukum dan politik di daerah.

“Kita ingin supaya Menkumham jadi bagian intrurmen yang memahami fakta hukum dan fakta politik di NTB terhadap kandisi Demokrat saat ini,” tegas Sekretaris Daerah Partai Demokrat (PD), Zainul Aidi dikonfirmasi Radar Mandalika.

Zainul menegaskan, tidak ada satu kader Demokrat asal NTB yang mengikuti KLB tersebut. Jika disebut Sahmad, lanjutnya dia adalah kader partai lain meski dia merupakan mantan kader Demokrat yang saat itu sebagai ketua DPC Demokrat Lombok Barat.

“Kader dari NTB tidak ada yang hadir di sana (KLB),” tegasnya.

Demokrat di NTB secara tegas menolak KLB yang diikuti oleh peserta abal-abal itu. Mereka tidak memiliki suara yang sah apalagi ada mandat resmi dari partai.

“Pertama kami secara tegas menolak KLB,” tegasnya lagi.

Kedatangannya ke Kanwil Kemenkumham NTB juga bentuk dukungan moril kepada Ketum Demokrat yang sah, AHY.

“Jam 10 kami ke Kemenkumham. Kita (kami) menegaskan komitmen untuk bersama AHY sebagai ketua umum DPP sah. Sikap ini sama juga dengan 10 DPC se NTB,” ungkapnya.

“Ini bentuk kesetiaan (kami) kepada AHY,” tambahnya.

Zainul mengakui, ada informasi pasca KLB kubu Moeldoko ingin mendaftarkan Partai ke Kemenkumham. Meski sejauh ini belum ada perkembangan apa apa. Namun ditegaskannya bagaimana bagaimana mereka mau mendaftar sementara peserta yang hadir itu tidak resmi.

“Gimana mau mendaftar, orang yang hadir saja abal-abal bukan pemilik suara yang sah,” terangnya.

DPD PD NTB menegaskan sampai hari ini seluruh kader masih dalam satu barisan “melawan” pihak yang menyelenggarakan KLB tersebut. Mereka hanya ingin mengambil partai.

“Kalau sesama kader nggak ada persoalan. Sampai hari ini masih satu barisan kompak. Justru yang kita lawan orang-orang luar yang ingin mengambil Demokrat,” janjinya tegas. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Awas….! Ulat Bulu ‘Serbu’ Rumah Warga di Sesaot

Read Next

Tingkatkan SDM Desa Wisata, Poltekpar Lombok Latih SOP Tata Graha

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *