Santai, Gubernur Siap Diinterpelasi

F Gubernur 2

ARIF/RADARMANDALIKA.ID Zulkiflimasyah

MATARAM – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkiflimansyah mengaku siap diinterpelasi yang rencana akan dilakukan oleh anggota DPRD Provinsi NTB. Zul mengatakan, bahwa interpelasi itu adalah suatu hal yang wajar yang di lakukan oleh anggota DPR.

“Saya kira interpelasi karena saya pernah lama jadi anggota dewan satu hal yang wajar, biasa saja. Itukan hal untuk bertanya kalau kita masih ada keraguan kenapa begini begitu,” tegas Bang Zul di hadapan media usai divaksinasi tahap II di RSUP NTB, kemarin.

Gubernur juga mengatakan, bahwah itu hal yang dilindungi oleh undang-undang  dan menjadi suatu uang wajar dan pihaknya sudah menjelaskan, sehingga tidak perlu lagi untuk di-interpelasi.

“Kan itu dilindungi oleh konstitusi,  jadi interpelasi itu adalah suatu hal yang wajar. Tapi yang saya dengar apa yang ditanyakan itu itu sudah coba dijelaskan,” katanya.

Diketahuai sementara terkait akar masalahnya adalah hal yang sama, soal anggaran pokok pikiran (pokir) di salah satu instansi yang belum selesai. Dan juga soal bagaimana intervensi soal tidak tuntasnya dana pokir, sehingga menjadikannya melebar kemana-mana, dirinya menjawab dan juga mengerti soal. Apa yang dirasakan oleh para anggota dewan.

“Saya mengerti betul bahwa anggota dewan itu tidak gampang, karena setiap pulang ke konstituen itu yang ditagih.  Itu apa-apa dan lain sebagainya,  jadi masyarakat itu nggak menanyakan Perda, masyarakat itu nggak nanyakan undang-undang tapi apa yang bisa disumbangkan oleh teman-teman pada konstituennya,” jelasnya.

Gubernur menerangkan, menjadi wajar kalau kemudian keterlambatan pokir itu bermasalah, dan dengan dilakukannya komunikasi  saat ini sudah ada langkah penyelesaian  terkait apa saja yang masih bermasalah.

“Wajar kalau keterlambatan pokir itu bermasalah, tapi mudah-mudahan lah dengan komunikasi yang baik sudah ada penyelesaiannya, dan kami akan berusaha juga coba menyelesaikan yang masih tersumbat itu, karena  kadang-kadang pokir ini nggak berani dicairkan kalau ada prosedur persoalan administrasi yang belum selesai.  Misalnya ada proposal kurang ini kurang itu, ini kan kadang-kadang jadi hambatan nah kemarin itu memang karena menumpuk di akhir tahun disisi lain ada keterbatasan sumber daya manusia yang menangani itu tapi sudah selesai,” jelas bang Zul. (rif/hms)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Diduga Janggal, Dana Hibah 500 Juta dari Gubernur Disoal

Read Next

Ya Allah….Kapan Ibadah Haji dan Umrah Dibuka

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *