GELEDAH: KPK saat menggeledah rumah Direktur PT AMGM Sudirman di kawasan Perumahan Kodya Asri, Mataram. (WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA) 

LOBAR—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan penggeledahan sejumlah tempat yang diduga menyimpan bukti terkait kasus korupsi yang menjerat Bupati Lobar nonaktif H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), Direktur PT AMGM Sudirman, dan Direktur MSI. Setelah menyasar ruang kerja Bupati, ruang Kepala Dinas PU, LPSE Setda Lobar, hingga pendopo dan kediaman pribadi LAZ, lembaga antirasuah kembali menyasar rumah pribadi Kadis PU Lobar di Labuapi, sebuah kos-kosan di kawasan Mavila Labuapi, kantor PT AMGM, dan kediaman pribadi Direktur PT AMGM, Jumat (24/7).

Sejumlah berkas diamankan dan dibawa menggunakan koper dari lokasi-lokasi itu. Terbanyak dugaan bukti ditemukan di kos-kosan di Perumahan Mavilla Rengganis, Desa Bajur, Kecamatan Labuapi. Semakin menarik, warga maupun ketua RT setempat tidak ada yang mengetahui siapa pemilik rumah itu. Terlebih tidak pernah ada orang yang indekos atau pemilik rumah yang menempati.

Selama delapan setengah jam, tim penyidik KPK menggeledah rumah berbentuk kos itu. Mulai dari sekitar pukul 10.40 WITA hingga pukul 19.08 WITA, tim penyidik KPK baru meninggalkan perumahan itu dan bertolak ke kediaman Direktur Sudirman di Jalan Sunan Kudus Nomor 17/18, Perumahan Kodya Asri, Jempong, Kota Mataram.

Beberapa koper berwarna biru, hitam, dan abu-abu diangkut KPK ke dalam kendaraan sebelum rombongan meninggalkan tempat. Selama proses berlangsung, penggeledahan dilakukan secara tertutup dengan pengamanan aparat.

Menurut penuturan ketua RT setempat yang menjadi saksi penggeledahan itu, Firmansyah mengaku melihat sejumlah barang diamankan penyidik. Selain dokumen, satu unit telepon seluler milik seseorang yang bekerja di dalam rumah tersebut juga diangkut.

“Itu saja yang saya lihat, tidak ada yang lain,” ujar Firmansyah kepada awak media.
Saat ditanya jumlah telepon seluler yang dibawa penyidik, ia menyebut hanya satu unit.

“Satu saja,” katanya.

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti di rumah itu. Sebab, rumah itu tertutup dan tidak banyak aktivitas yang terlihat dari luar.
“Saya tidak begitu tahu tentang keberadaan pemiliknya ini. Orang-orangnya juga (warga) tidak begitu kenal. Sering kita lewat, tapi rumah ini tertutup,” ucapnya.

“Saya tidak pernah melihat orang lalu lalang. Mereka memang melapor sebagai penghuni, tapi aktivitasnya saya tidak tahu secara detail,” sambungnya.

Warga setempat hanya mengetahui rumah itu sebagai kos-kosan. Lantaran bentuk bangunan dan terdapat empat kamar di bangunan itu, dan telah ditempati sekitar satu tahun.

Hingga saat ini, KPK belum memberikan keterangan resmi dari sejumlah lokasi yang digeledah tersebut. (win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *