Ribut di Kafe, Made Diamankan Polisi

F konfertensi pers

KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID KETERANGAN: Kasat Reskrim Polres Loteng dan anggotanya menunjukkan barang bukti kepada media, Senin kemarin.

PRAYA – Anggota Polres Lombok Tengah (Loteng) mengamankan Made pemuda terduga pelaku penganiayaan di salah satu kafe di Tanjung Aan Kuta, Kecamatan Pujut. Motif kuat dugaan sementara cemburu. Made merupakan warga Dusun Gerupuk, Desa Sengkol.

Selain mengamankan Made, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa jaket, pakaian korban dan dua buah telpon seluler.
Selain Made, satu rekannya juga tengah diburu polisi. Namun polisi telah mengantongi identitas rekan Made.

Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP I Putu Agus Indra Permana mengatakan, pelaku Made ditangkap dan diamankan di rumahnya setelah polisi melakukan penyelidikan dengan dugaan penganiayaan yang terjadi di salah satu cafe di Tanjung Aan.
“Pelaku pengeroyokan terancam pasal 170 dan pasal 351 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara,” bebernya kepada media, Senin kemarin.

Kronologis kejadian, para pelaku merasa tersinggung dengan korban atas nama Sate Wijaya Saputra yang berdiri sambil memukul meja saat bersama di lokasi kejadian.

“Informasinya juga antara korban dan pelaku ada masalah hubungan asmara. Korban berusaha mendekati seorang wanita yang sejak lama didekati pelaku,” bebernya.
Atas aktivitas yang berlangsung di kafe itu. Polisi juga telah berkoordinasi dengan Satpol PP, lebih lagi di masa PPKM berbasis mikro.(tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Kasus Desa Puyung, Polisi Segera Tetapkan Tersangka

Read Next

Terobosan Pemerintah Kelurahan Leneng Wujudkan Zero Waste

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *