Ratusan Personel Diterjunkan Semprot Tiga Gili

f semprot

AHMAD ROHADI/RADAR MANDALIKA SEMPROT: Salah satu tim saat melakukan penyemprotan disinfektan di kawasan gili, kemarin.


KLU–Sebagai kawasan wisata dunia, tiga gili menjadi salah satu pusat kunjungan wisatawan asing ke Lombok Utara. Untuk itu, perlu diantisipasi agar tidak ada penularan virus Covid-19 di daerah. Pemerintah pun melakukan penyemprotan disinfektan ke tiga gili, kemarin.

Penyemprotan ini melibatkan Pemprov NTB, Pemkab Lombok Utara, dan pihak Brimob Polda NTB. Sekitar 250 personel diterjunkan untuk melakukan penyemprotan disinfektan. “Dari ratusan personel ini dibagi untuk mengcover tiga pulau (Trawangan, Meno dan Air),” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Utara, dr. Lalu Bahrudin.

Lokasi yang disemprotkan disinfektan adalah fasilitas umum, pasar, sekolah, sejumlah penginapan, serta restoran yang diprioritaskan. Hal ini dilakukan sebagai pencegahan perkembangan virus sekaligus menjaga kebersihan. Sehinga masyarakat lokal maupun wisatawan tidak ada yang terpapar virus berbahaya. “Fokus sasaran memang pada lokasi yang kerap kali dikunjungi oleh banyak orang,” kata dia.

Selain penyemprotan cairan disinfektan, titik pengecekan juga telah didirikan di Pelabuhan Bangsal. “Pustu kan ada. Kalau ada apapun dengan masyarakat atau wisatawan yang sakit segera mungkin menghubungi petugas kesehatan kami. Kita akan tempel pengumuman sekaligus menempelkan nomor kontak. Kalau cleanning itu terpusat di Bangsal, makanya kita banyak nambah personel di sana,” katanya.

“Mulanya kemarin petugas sampai jam 12 siang, tapi kita tambah jadi sampai 5 sore. Karena kebijakan supaya satu pintu penyeberangan melalui Bangsal, kita juga rencana akan shiftkan untuk jaga di Bangsal,” jelasnya.

Dijelaskan, sejauh ini untuk Lombok Utara baru tercatat dua orang terkatagori Orang Dalam Pengawasan (ODP). Dinas Kesehatan langsung mengambil langkah sigap dengan melakukan rujukan ke RSUP NTB. Apakah kasus itu menjadi suspect alih-alih positif, pihaknya tidak tahu secara pasti. Sebab akan menjadi kewenangan Pemprov untuk mengekspose kasus tersebut. “Dua pasien dalam pengawasan sudah kita rujuk. Tapi positif tidaknya kami belum tahu, rujukannya dari Puskesmas Gangga,” jelasnya.

Mengenai peralatan sendiri, mantan Dirut RSUD Tanjung itu mengaku jika Lombok Utara sudah memiliki scanner guna mengecek suhu tubuh. Alat itulah yang dimanfaatkan untuk memeriksa suhu tubuh wisatawan yang akan masuk di Pelabuhan Bangsal. Di jajaran Puskesmas juga sudah diinstruksikan untuk membeli alat serupa, sehingga masyarakat yang merasa sakit bisa ketahuan apakah terindikasi atau tidak.

“Termasuk lokal pun kita periksa. Untuk penyediaan alat scanner kita ada kerjasama dengan KKP. Dan di Puskesmas sudah kita instruksikan untuk beli alat itu,” ucapnya.

Pihaknya mengimbau supaya para pengusaha di tiga gili maupun masyarakat Lombok Utara secara umum lebih meningkatkan kewaspadaannya. Mengingat Covid-19 sudah tercatat oleh WHO sebagai pandemi yang kini menyerang semua orang di belahan dunia. Namun demikian, masyarakat diminta supaya tidak khawatir berlebihan karena hal itu justru menganggu dan menurun daya tahan tubuh. (dhe/r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

SPA dan Tempat Hiburan Diminta Tutup

Read Next

Sembilan Nama Rebut Kursi Direksi PDAM Lotim

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *