Pusat Janji Tuntaskan RTG 2020

F Rifai

Rifai

MATARAM – Rumah Tahan Gempa (RTG) untuk korban gempa di NTB masih menjadi pekerjaan rumah (PR) serius pemerintah pusat dan daerah.  Belum selesai dikerjakan 17.500 unit dari jumlah awal sebanyak 226 ribu unit. Pemerintah menyebutkan, sisa yang belum terbangun 5 persen. Pusat pun berjanji pengerjaannya harus tuntas 31 Desember 2020.

Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, Rifai mengatakan, dari jumlah yang belum selesai dibangun di tahap II itu untuk Rusak Berat (RB) sekitar 8.600 unit dengan perkiraan biaya mencapai Rp 450 miliar. Pengerjaannya dengan pola yang sama seperti pengerjaan sebelumnya.

“Harus selesai pengerjaannya di tahun ini,” janji Rifai saat melangsungkan Rapat Koordinasi di kantor gubernur di Mataram, Selasa kemarin.

Rifai mengaku, pengerjaan RTG di NTB masih menjadi skala prioritas pemerintah pusat. Untuk anggaran pembangunannya yang belum diusahakan ditransfer pusat ke daerah minggu ini. Untuk April lalu, pengerjaannya sudah mencapai 94 persen jadi kurang lebih yang telah selesai 212 ribu unit telah jadi.

“Selebihnya on proses sudah jadi artinya uang semuanya sudah ke rakyat semua. Ini yang menarik dengan fasilitas Dana Siap Pakai (DSP) Pemda sudah sangat menguasi kekuatan pembiayaan, termasuk juga operasi dalam rangka untuk membangun kembali yang lebih baik,” katanya.

Rifai juga menyebutkan, secara keseluruhan  uang yang mengalir sebanyak 5,7 triliun berdasarkan data terakhir di bulan Maret 2019 masih terkawal penyalurannya yang langsung ke masyarakat dengan baik oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Selama uang di masyarakat BNPB melihat tidak ada kekhawatiran ada petunjuk pelaksanaan (Juklak) yang ditetapan BNPB ada juga Petunjuk Teknis ( Juknis) yang ditetapkan pemerintah daerah, baik kabupaten kota sehingga hal inilah yang membuat pemerintah khususnya di NTB memberikan warna biru dimana satu satunya dana rehabilitasi dan rekonstruksi RTG menggunakan DSP hanya di NTB. Sejak 12 tahun berdirinya instansi BNPB di Indonesia.

“Sumatera Barat 2009 lalu menggunakan dana hibah. Satu tahun berikutnya baru ada, uang itu. Ini nggak, baru dua minggu (kejadian gempa) uang sudah ada 385 miliar disalurkan dan saya langsung yang mentransaksikan uang itu,” katanya.

Untuk itu, BNPB berharap agar masyarakat menjaga kondusifitas daerah jangan sampai hanya gara-gara 17.500 unit belum terbangun, merusak imej yang ratusan ribu sudah jadi. Terlebih NTB di bulan Juni akan menjadi tuan rumah perhelatan MotoGP.

“Sayang ini kalau ribut, kita akan menghadapi event MotoGP jangn sampai kita terpengaruh,” pesannya.

BNPB juga memastikan akan mengawal betul seluruh Bupati Walikota yang terdampak itu. Pihaknya harus memastikan kepala daerah juga punya komitmen menyelesaikan RTG kedua yang berjumlah 17.500 itu.

“Ketiga kita kerjakan bahu membahu di tengah kondisi Covid-19 ini,” pungkasnya. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Sudiartawan Akan Dipanggil Bawaslu

Read Next

Dugaan Pungli Agen Brilink Belum Masuk di Polres

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *