Bupati Lotim Sembuh dari Virus Korona

F Kantor Bupati Lotim scaled

SEPI: Kantor Bupati Lombok Timur dari depan terlihat sepi.

LOTIM – Bupati Lombok Timur (Lotim), HM Sukiman Azmy, Minggu pecan lalu dinyatakan sembuh dari wabah Corona Virus Disease (Covid-19). Berkat semangat, usaha dan doa masyarakat Lotim, HM Sukiman Azmy berhasil melawan covid-19.

Rabu kemarin, orang nomor satu di Lotim ini, langsung beraktivitas secara terbatas dan tetap dalam pantauan tim medis di Pendopo.“Yang paling membuat saya semangat, begitu banyak janji, program untuk dikawal untuk masyarakat Lombok Timur ke depan. Sehingga saya bertekad harus bisa sembuh, bisa melawan, untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Lombok Timur,” tegas HM Sukiman Azmy, dalam keterangan persnya secara virtual, kemarin.

Pada kesempatan itu, bupati menekankan pada Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19, intensifkan kembali sosialisasi dan mengawal ketat kebijakan, baik kebijakan dari pemerintah pusat, sampai pemerintah kabupaten. Sehingga, tidak ditemukan kembali ledakan pasien covid-19 dimasa mendatang.

“Tetap gunakan protokol kesehatan, karena wabah corona ini benar adanya. Saat berwudhu jangan abaikan penyedotan air ke dalam hidung, dan berkumur-kumur. Karena itu cara sunnah yang ditinggalkan Nabi Muhamad SAW,” serunya.

Dalam kesempatan itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selong, Tantowi Jauhari menyebutkan, ada beberapa fase dialami Bupati. Mulai dari fase inkubasi, fase imunitas menurun, sampai fase perawatan setelah dinyatakan positif covid-19. Gejala terinfeksi covid-19 mulai muncul pada Bupati, pada (17/9) lalu.

“Beliau dinyatakan positif covid-19, setelah swab pada (21/9) lalu di RSUD Selong,” jelasnya.

Lanjut Jauhari, saat menjalani perawatan, tim dokter memberikan transfusi plasma yang diambilkan dari Rumah Sakit Gatot Subroto. Setelah mendapatkan transfusi plasma itu, anti bodi Bupati meningkat empat kali lipat. Sehingga, itu salah satu bagian dari percepatan proses sembuhnya Bupati, dari waktu yang diperkirakan tim dokter.

“Lama perawatan bupati di RSUD Selong, sekitar 11 hari. Kalau terhitung dari gejala, sekitar 20 hari. Saat ini, kita akan merecovery sampai tujuh hari ke depan. Terus dilakukan pemantauan oleh tim medis, dan tetap diberikan dukungan obat-obatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim, H Hasbi Santoso, menyebutkan, strategi yang dilaksanakan Dikes pada minggu terakhir, melakukan screaning ditempat-tempat berisiko, seperti tempat pelayanan publik dan tempat-tempat berisiko lainnya. Memperkuat sarana dan prasarana pendukung baik di RSUD Lombok Timur di Labuhan Haji, untuk mengurangi beban RSUD Selong.

“Pasien positif covid-19 yang tidak memiliki penyakit bawaan, selain dilakukan isolasi mandiri, juga isolasi di RSUD Labuhan Haji,” pungkasnya. (fa’i/cr-ndi)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Sapa Warga Tionghoa Mataram, SALAM Jilbab Ijo Gelar The Barongsai Flashmob

Read Next

Mahasiswa Bentang Tulisan “Dewan Penghianat”

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *