Praktek Prostitusi Berkedok SPA Terbongkar di Senggigi

F PROSTITUSI

IST/RADAR MANDALIKA AMANKAN: Jajaran Satreskrim Polres Lobar saat mengamankan terduga mucikari dari salah satu spa di kawasan Jalan Raya Senggigi Kecamatan Batulayar, Kamis (24/12) lalu.

LOBAR—Anggota Satreskrim Polres Lombok Barat (Lobar) berhasil membongkar praktek prostitusi berkedok SPA tradisional di Senggigi. Seorang perempuan diduga mucikari berinisial KA diamankan pihak kepolisian. Bisnis lendir ini pun diduga sudah lama dijalankan KA.

“Terduga pelaku seorang perempuan berinisial KA, usia 36 tahun, warga Desa Batulayar, Kecamatan Batulayar,” beber Kasat Reskrim Polres Lobar AKP Dhafid Shiddiq yang dikonfirmasi, Jumat (25/12).

Menurutnya, penangkapan dilakukan pada Kamis (24/12) di salah satu spa yang berada di Jalan Raya Senggigi Desa Batulayar. Berawal dari informasi yang diperoleh, ia bersama Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Tim Puma Satreskrim Polres Lobar langsung menuju lokasi.

“Di salah satu tempat spa, selain menyediakan tempat message tradisional dan lulur juga memudahkan atau memberikan kesempatan kepada para tamu untuk melakukan perbuatan prostitusi,” jelasnya.

Pada saat pengeledahan, polisi mempergoki salah satu terapis sedang melayani tamunya berhubungan intim. Selain KA, polisi juga mengamankan seorang lelaki inisial K warga Desa Lingsar dan perempuan inisial L warga Desa Batulayar. Tak hanya itu, terdapat sekitar empat terapis yang dipanggil sebagai saksi.

“Dalam perkara ini terapis yang lain sebagai saksi, sedangkan terapis yang tertangkap tangan adalah korban,” ungkapnya.

Para terapis itu ternyata berasal dari luar daerah. Diantaranya Lampung dan Bandung. Terduga pelaku KA mematok harga untuk layanan terapisnya dari kisaran Rp 150 ribu untuk pijat atau spa biasa. Namun jika ingin berhubungan seksual, dipatok harga mencapai Rp 500 ribu. Tidak hanya menerima layanan di tempat spa itu saja, namun bisa juga dibooking untuk berhubungan di tempat lain.

“Teknis pembayaran, sebagian langsung dibayarkan kepada terapisnya dan sebagian dibayarkan oleh tamu yang datang dengan cara ditransfer ke nomor rekeningnya KA,” bebernya.

KA sempat mengelak tudingan sudah lama melaksanakan praktek prostitusi berkedok spa itu. Namun polisi, diakui Dhafid, memiliki banyak bukti yang kuat jika bisnis lendir itu sudah lama dilakoninya.

Pihaknya pun mengamankan sejumlah barang bukti (BB) atas kasus itu. Mulai dari alat kontrasepsi kondom yang masih berisi sperma, pakaian dalam diduga milik terapis dan uang tunai Rp 798 ribu, termasuk kertas bukti transfer. Selanjutnya terduga pelaku beserta BB langsung dibawa ke Polres Lobar untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

 “KA, terduga pelaku prostitusi ini disangkakan dengan pasal 296 jo 506 KUHP,” tutupnya. (win)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Tega..! Bayi Dibuang di Depan Kantor Desa

Read Next

Warga Penerima Bantuan Sapi di Pujut Merasa Dibohongi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *