PKB Gantung Tiga Daerah

F Ketua DPW PKB NTB scaled

JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA Lalu Hadrian Irfani

MATARAM – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masih menggantung arah dukungan atau rekomendasi di tiga daerah untuk Pilkada 9 Desember. Yakni, Lombok Tengah, Kota Mataram dan Kabupaten Dompu.

Ketua DPW PKB NTB, Lalu Hadrian Irfani menjelaskan, setidaknya dua alasan arah dukungan PKB kepada tiga daerah itu belum final. Misalnya, kejelasan mitra koalisi dan juga hasil survei yang tinggi.

Untuk Lombok Tengah hingga saat ini, belum jelas koalisi partai meski PKB mengeluarkan surat persetujuan kepada paket Masrun-Aksar, namun hingga 3 Juli kemarin, pihaknya belum menemukan kesepakatan koalisi. Saat ini DPW PKB masih menunggu arahan pusat selanjutnya. Apakah surat yang telah kadaluarsa itu akan diperpanjang sehingga Masrun-Aksar kembali diberikan keleluasaan hingga tanggal ditentukan untuk mencari koalisi partai lain.

“Surat resmi dari pusat belum keluar apakah akan diperpanjang atau surat penugasan itu akan dicabut,” ungkap Ari.

Ari mengatakan, sebelum ada surat pernyataan sikap DPP ke Masrun-Aksar, PKB di daerah masih menganggap surat penugasan itu masih berlaku. Alias sampai saat ini, PKB masih bersama paket MASA itu.

“Kami anggap PKB masih bersama Masrun-Aksar,” katanya lagi.

Ari memaklumi Masrun-Aksar belum berhasil membangun mitra koalisi terutama dengan dua partai lain yang cukup digenjotnya yaitu, PPP dan PKS. Hal tersebut disebabkan mekanisme di setiap partai berbeda beda.

“Kemarin sudah dengan PPP bangun komunkasi tapi PPP sedang melangsungkan fit and proper tes,” sebut Ari.

Peta politik di Loteng saat ini masih cair. Berdasarkan hasil survei Olat Maras Institut (OMI) untuk Politik di Loteng masih sangat cair. Hal itu berdasarkan hasil survei dimana incumbent masih di angka 13 sekian persen. Jika incumben di bawah 20 persen maka semuanya calon lain sangat berpeluang untuk bisa menang.

“Survei itu data ilmiah.

Incumben diangka 13 persen artinya politik di Loteng sangat cair. Siapapun bisa mengalahkan incumben termasuk Masrun-Aksar,” sebut Ari.

“Ini masih cair semua. Yang sudah keluar SK hanya PAN satu kursi ke Dwi-Normal. Yang lain belum ada. Jadi wajar masih belum selesai menemukan mitra koalisi,” tambahnya.

PKB di Loteng tidak mau gegabah. PKB menargetkan Pilkada nanti harus menang. Untuk itu dalam menemukan mitra koalisi harus sesuai visi misi bersama. Minggu depan PKB akan membuka pintu koalisi.

“Minggu depan saya akan inisiasi mitra koalisi. Ini akan jadi kejutan dari kami (PKB),” katanya.

Selanjutnya kota Mataram, PKB telah menugaskan paket Makmur Ahda untuk membangun mitra koalisi juga. Meski di Mataram sendiri PKB terlihat kurang begitu fokus. Disebabkan PKB hanya punya satu kursi.

Nyalah kursi kami. Kami juga belum dapat laporan dari ketua DPC kota Mataram,” katanya.

Di pulau Sumbawa yang juga masih digantung PKB yaitu, Kabupaten Dompu. Kondisinya sama belum ada satu partai yang sudah menyampaikan SK untuk satu Paslon. Tidak hanya itu PKB juga masih menunggu hasil survey.

Ari kemudian menyampaikan empat daerah yang sudah mendapatkan SK DPP untuk mendaftarkan di KPU nanti yaitu, KLU. PKB mengarahkan dukungan ke Djohan Syamsu. Dukungan PKB ke Djohan lantaran sudah mendapatkan SK dari PKS dan rekomendasi dari Gerindra.

Untuk kabupaten Sumbawa sendiri PKB mengeluarkan SK ke pasangan Mahmud Abdullah dan Dewi Noviany (Mo– Novi). PKB salah satu pertimbangannya yaitu, hasil survei meninggi. Lalu di KSB SK PKB ke Musyaifirin – Fud Syaifuddin.

“Dan di kabupaten Bima PKB dukung Indah Damayanti- Dahlan. Hari ini (kemarin) saya berangkat ke Jakarta ambil SK itu,” pungkasnya. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Pansus Gali Penggunaan Anggaran di Dikes dan RSUD

Read Next

Adu “Sakti” Suhaili-Ahyar di Musda Golkar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *