Pansus Gali Penggunaan Anggaran di Dikes dan RSUD

F Pansus

FOTOKHOTIM/RADARMANDALIKA.ID PANGGIL: Ketua Pansus Suhaimi saat memimpin pertemuan dengan Dikes dan RSUD Praya, Rabu kemarin.

PRAYA – Panitia khusus (Pansus) Covid-19 DPRD Lombok Tengah menggali penggunaan anggaran penanganan covid di Dinas Kesehatan dan RSUD Praya. Rabu kemarin, pihak Dikes dan RSUD akhirnya memenuhi panggilan pansus.

Dari data diperoleh Radarmandalika.id, anggaran dikelola Dikes Rp 2,3 miliar yang terpakai 1,2 miliar untuk Alat Pelindung Diri (APD) dan perlengkapan covid.

Sementara di RSUD Praya mengelola anggaran Rp 5,8 miliar. Sudah terpakai 3,8 miliar untuk pembayaran intensif tenaga kesehatan.

Sementara dalam forum pertemuan itu, dipimpin Ketua Pansus Suhaimi. Dia menunjukkan benang merah dalam permasalahan yang ditemukan pansus. Suhaimi mengetahui, klaim biaya pasien Covid-19 dengan dasar SK Mentri 238 mengenai klaim pembiayaan penanganan covid-19. Selanjutnya tidak luput juga bagaimana keterkaitan pihak medis yang memberikan rekomendasi ke Pemerintah Daerah tentang pengadaan masker untuk masyarakat .

“Diskresi dan diskresi tunggal sepenuhnya oleh pemda, dari dirinya dan di-eksekusi institusi eksekutifnya, yakni OPD yang penuh tanda tanya, meskipun itu boleh dalam situasi bencana, namun semu harus transparan,” tegasnya.

Dalam keterangan Kepala Dinas Kesehatan Loteng, H Omdah memaparkan Covid-19 merupakan wabah yang mendunia. Pemkab telah mengambil kebijakan membentuk tim gugus tugas yakni, Sekda selaku Ketua Gugus Tugas, dimana secara teknis RMI sebagai pusat karantina, dan awalnya yang menjadi perhatian yakni, APD mengingat penyebaran yang sangat bahaya.

“Maka pada saat itu instruksi lansung Bupati berapapun harganya, PPK membuat pernyataan dengan rekanan dan melakukan pengadaan,” beber Omdah.

Omdah membeberkan penganggaran refokusing dilakukan dengan menggeser program yang dapat digunakan. Saat itu baik dalam pengadaan APD set, termogun, masker tenaga medis sejumlah 600 box dan  alat tes rapid.

“Total pengadaan alkes Covid-19 awal ini sebesar 1.238.772.000,” bebernya.

Sementara, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Paya, Muzakir Langkir mengungkapkan APD set dan  masker mulai dari  harga 1,3 juta sampai dengan 1,6 juta. Dimana mengingat pada saat awal wabah ini masuk ke Kabupaten Lombok Tengah dan di saat semua butuh.

“Semakin mahal harganya semakin cepat datang,” katanya depan pansus.

Muzakir menambahkan, masker medis dengan masker masyarakat itu beda. Dimana masker yang dibuat dari kain pihaknya membeberkan itu tidak standart, namun dari pada tidak pakai sama sekali maka akan lebih berbahaya.

“Kain  mau lapis berapapun akan tetap tembus virus,” cetusnya.(r2)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Gara-gara Mangga, Siswi SD Dicabuli

Read Next

PKB Gantung Tiga Daerah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *