Pengangguran di Loteng Diprediksi Melonjak, Pemerintah Bisa Apa?

f BPS

JAYADI/RADAR MANDALIKA Syamsudin

PRAYA—Badan Pusat Statistik (BPS) Lombok Tengah (Loteng) memperkirakan tingkat pengangguran tahun ini akan mengalami kenaikkan cukup besar.  Hal itu terjadi karena dampak penyebaran wabah  Covid-19 yang hingga saat ini masih terjadi.

Kepala BPS Loteng, Syamsudin menyatakan, jumlah pengangguran tahun ini diperkirakan melonjak seiring melambatnya semua kegiatan ekonomi, akibat pandemi Covid-19 belakangan ini.

“Ini sudah jelas. Karena Covid-19 ini banyak pengangguran di wilayah Loteng,” jelasnya Jumat (7/08) saat ditemui di pendopo Bupati Loteng.

Ia menegaskan, pihaknya belum bisa menyebutkan secara rinci berapa jumlah angka kenaikan untuk penggangguran tersebut. Sebab, pihaknya akan melakukan pendataan mulai menjelang akhir tahun ini. Sehingga, hasilnya akan dirilis pada awal tahun mendatang.

Namun, jika berpacu pada data yang tercatat sebelumnya.  Memang angka pengangguran di Loteng ini terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Dimana datanya, pada tahun 2018 tercatat angka pengguran sebanyak 3,08 persen kemudian tahun 2019  sekitar 2,44 persen.

 “Tapi itu dalam kondisi normal. Beda dengan kondisi sekarang ini,” tuturnya.

Ia mengaku, pada intinya Covid-19 yang mulai terjadi pada awal bulan tersebut berdampak pada semua lending sektor. Terutama pada pengusaha, UMKM, perhotelan dan lainnya. Sehingga, mereka terapksa selain merumahkan karyawan, namun melakukan PHK.

“Mereka terpaksa, karena mereka tidak bisa bayar gaji karyawannya, sebab usahanya terdampak,” tuturnya.

Sementara itu, Sekertaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Loteng, R Mulyantoro membenarkan, bahwa akibat virus korona ini membuat semua perusahaan baik bergerak di bidang pariwisata maupun lainnya melakukan PHK dan merumahkan karyawannya.  Alasan perusahan mengambil keputusan tersebut, karena pihak perusahaan tidak sanggup untuk menggaji mereka. Sebab pemasukkan sejak terjadi korona sangat sepi bahkan malah tidak ada.

“Persoalan ini bukan hanya terjadi untuk perusahaan di Loteng saja. Namun perusahaan di kabupaten lainnya juga melakukan hal serupa.  Sebab, mereka tidak mampu untuk menggaji karyawannya lagi,”  katanya.

Ia menegaskan, pihaknya mendapatkan data jumlah warga yang di PHK, maupun yang dirumahkan melalui beberapa metode. Baik yang masuk terkumpul melalui seperti pelaporan mandiri dari para karyawan, laporan yang dilaporkan langsung pihak perusahaan serta pengumpuluan data melalui jaringan online.

“Tapi kebanyakan perusahaan yang melaporkan melalui sistem online.  Karea mereka tidak merepotkan karyawannya yang memang sudah tidak berkerja,” ujarnya. (jay)

1 Review

?s=96&d=mm&r=g
asmiranda
1

bermain game dapat rejeki berlimpah

yuuukkk MABAR game qqharian guuys.... seru asik dan bisa bikin bengkak tak terbatas rek tabungan kita juga, banyak bonus bonus yang bisa kita dapatin dan jackpot yang luar biasaaa.... mau kaya ya di qqharian ajaaa bukan yang lain.. Click Disini

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Polisi Grebek Arena Gocek di Batukliang

Read Next

Panggil Bupati, Pansus Tolak Wabup dan Sekda

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *