Penembak Ikan Tewas Dihantam Arus Laut

WhatsApp Image 2020 05 02 at 02.22.48

IST/RADARMANDALIKA.ID TEWAS: Petugas kesehatan menggunakan APD mengevakuasi jasad korban.

LOTIM – Nasib naas menimpa penembak ikan, Rudi Hartono, 21 tahun warga Dusun Ketangga Barat, Desa Ketangga Jeraeng, Kecamatan Keruak Lombok Timur (Lotim). Rudi tewas saat menyelam dan dihantam arus laut yang membuat mulutnya mengeluarkan busa di sekitar perairan Pulau Maringkik Kecamatan Keruak. Kejadiannya, sekitar pukul 20.30 Wita, Jumat (1/5) lalu. Jasadnya, dievakuasi nelayan Maringkik.

Insiden ini terjadi sekitar pukul 17.30 Wita, korban bersama empat temannya, yakni Syarifudin,  Lalu Kartawang, Hanjaya dan Sabrudin, berangkat dari rumah menggunakan sepeda motor, menuju pesisir Dusun Telaga Bagik Desa Ketapang Raya. Sembari berbuka puasa dan salat magrib di pesisir pantai ketapang raya, mereka menunggu perahu, untuk ditumpanginya menyebrang ke Pulau Maringkik.

Setelah mendapat tumpangan dari Sam, warga Dusun Telaga Bagik, korban bersama teman-temannya langsung menuju lokasi menembak ikan. Setiba di lokasi, mereka langsung turun kelaut untuk menembak ikan, menggunakan senjata tradisional, yang bisa mereka rakit sendiri.

Bersama teman-temannya melakukan penyelaman. Hanya saja, korban sendiri menyelam ketengah, sedangkan teman-temannya memilih menyelam disekitar pinggir laut. Setelah sekitar satu jam lamanya ditengah laut, menggunakan alat menyelam seadanya, ditambah korban yang semakin asyik mengejar ikan, tanpa sadar korban sudah berada dalam cengkraman arus laut yang semakin keras.

Begitu dihantam arus yang semakin besar, korban terkejut kemudian tubuhnya langsung terseret arus. Ia berusaha menyelamatkan diri dari arus, dengan cara memunculkan diri kepermukaan air untuk minta tolong, pada teman-temannya yang berada tidak jauh dari lokasi korban. Namun sayang, usahanya kandas, saat berusaha menyelamatkan  diri di tengah seretan arus, korban banyak meminum air laut.

Melihat korban yang terseret arus, teman-temannya bersama warga Pulau Maringkik, berusaha menolong dengan meraih tubuhnya. Begitu bisa diraih, tubuhnya korban langsung dibawa kepesisir, namun sayang nyawanya sudah tidak tertolong lagi. Korban tewas dalam kondisi mengeluarkan busa dari mulutnya.

Korban langsung dibawa kerumah warga Pulau Maringkik. Polsek Keruak juga langsung menyebrang kelokasi kejadian.

Kapolsek Keruak, IPDA Nurlana, saat dikonfirmasi Radar Mandalika, mengatakan, jajarannya langsung meminta keterangan sejumlah saksi. Diketahui, korban rupanya belum terlalu mahir dalam menembak ikan.

“Jenazah korban sempat diperiksa tim medis, lengkap menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Covid-19. Setelah itu, jenazahnya dibawa pulang kerumah duka, untuk dimakamkan,” katanya. (fa’i)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Bubarkan Balap Liar, Polisi Angkut 112 Sepeda Motor

Read Next

Gubernur Tawarkan PSBB untuk Mataram-Lobar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *