Pembebasan Lahan Hambat Pengerjaan Sirkuit MotoGP

f lahan.jfif

IST/RADAR MANDALIKA PENGERJAAN: Terlihat jalan Sirkuit MotoGP masih dalam tahap pengerjaan.

PRAYA- Pengerjaan lintasan sirkuit MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika masih belum berjalan dengan mulus. Pasalnya, ada beberapa warga yang masih mempertahankan tanahnya hingga sekarang.
Kepala Pengadilan Negeri (PN) Praya, Putu Agus Wiranata menyatakan, pembayaran uang konsinyasi untuk warga masih tetap berjalan. Bahkan, dari 15 warga pemilik lahan, yang belum mengambil pembayaran dana konsinyasinya tinggal satu orang.
“Tinggal satu pemilik lahan yang klaim di Sirkuit MotoGP masih belum mengambil uang konsinyasinya hingga sekarang,” katanya dengan tegas saat ditemui di kantornya, Jumat (26/3).
Ia menegaskan, untuk menyelesaikan persoalan dengan satu orang ini, sebenarnya langkah harus melakukan eksekusi pembebasan lahan. Alasannya, selain ITDC sudah mengajukan permohonan eksekusi, namun karena upaya pembayaran ganti rugi sudah dari ingin dilaksanakan.
“Kapolres juga masih melakukan upaya persuasi pada warga ini. Jika nanti tetap saja tidak bisa maka harus dilakukan upaya paksa,” ungkapnya.
Ia menyatakan, selain lahan klaim, ada beberapa lahan yang masuk lahan enklave di The Mandalika yang sekarang juga masih proses sekarang ini.
“Saya lupa datanya. Siapa –siapa saja yang masih ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Technical and Human Capital Director ITDC, Taufik Hidayat menyatakan, pihaknya telah melaksanakan pembayaran ganti untung atas pengadaan tanah kepada 10 warga pemilik lahan enklave yang berada di wilayah penetapan lokasi (penlok) 2 Jalan Kawasan Khusus (JKK) The Mandalika yang akan digunakan sebagai lokasi seri balap dunia MotoGP dan WSBK.
Total pembayaran ganti untung hari ini sebesar Rp 27,7 Miliar untuk 10 bidang lahan seluas 22.086 m2. Penentuan nilai ganti untung ini sesuai dengan harga appraisal yang telah ditetapkan. Penlok 2 sendiri terdiri dari 29 bidang lahan dengan total luas lahan 65.267 m2. Pembayaran ganti untung ini mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).
“Lahan enklave yang dibayarkan itu nantinya akan dijadikan lokasi untuk pembangunan fasilitas penunjang penyelenggaraan MotoGP dan dan WSBK. Seperti paddock, pit building, medical centre dan bangunan penunjang lainnya,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, pihaknya sangat berterima kasih atas komitmen dan dukungan yang kuat dari Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Kementerian ATR/BPN dan LMAN, Pemprov NTB, serta Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, dalam mendukung percepatan pembangunan The Mandalika khususnya terkait pembebasan lahan di area JKK.
“Penyerahan uang ganti untung ini sangat membantu kami dalam memperlancar pengerjaan kegiatan konstruksi JKK dan kami berharap proyek ini dapat selesai tepat waktu, sehingga segera memberikan manfaat ekonomi yang besar bagi masyarakat NTB,” jelasnya.
Sampai saat ini, progres pengaspalan JKK sudah dimulai dari lapisan pertama yaitu AC-Base yang mencapai kurang lebih 2 KM, sementara proses pengaspalan Service Road mencapai 3,95 KM. Di samping itu, saat ini kegiatan pekerjaan di JKK yang sedang berlangsung adalah Gravel Bed, Drainase Hauraton, Fabrikasi dan Pemasangan Pagar Geobrugg, Landscaping, Struktur Tunnel 1 dan 2, dan Persiapan Borepile Race Control Building.
“ Pengaspalan dan beberapa pekerjaan pendukung ini ditargetkan dapat selesai pada akhir Kuartal II 2021, dan akan dilanjutkan dengan pekerjaan pendukung lainnya,” ucapnya.
Kemudian, Deputi Bidang Infrastruktur dan Destinasi Kemenparekraf, Hari Santosa Sungkari mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendorong percepatan pembangunan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) The Mandalika.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada warga yang bersedia menerima uang tunai untuk ganti untung batch pertama ini. Hal ini menunjukkan kontribusi besar yang patut dibanggakan oleh warga yang hadir pada hari ini sebagai bagian dari Kabupaten Lombok Tengah kepada bangsa dan negara,” jelasnya.
Pihaknya harap warga lainnya akan segera mencontoh niat baik masyarakat ini, mengingat The Mandalika merupakan destinasi pariwisata berkelas dunia.
Terpisah, Camat Pujut, Lalu Sungkul menyampaikan, masyarakat telah menunjukkan komitmen dalam pelepasan aset tanah maupun bangunan di atas tanah kepada ITDC untuk mendapatkan manfaat yang lebih besar kedepannya.
“Semoga apa yang diniatkan oleh Pemerintah dalam membangun The Mandalika dapat mewujudkan kemakmuran bagi kita bersama,” harapnya. (jay)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Sehari, Empat Warga Loteng Meninggal Karena Covid-19

Read Next

Diduga Sodomi Pelajar, Waria Di Bima Diringkus Polisi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *