Sehari, Empat Warga Loteng Meninggal Karena Covid-19

F jenazah 1

KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID POSITIF: Seorang berdiri di jalur melintas mobil ambulas pengangkut jenazah milik RSUD Praya.

PRAYA – Kasus kematian karena covid-19 semakin meresahkan di Lombok Tengah. Kurang dari 24 jam, empat orang terpapar korona dinyatakan meninggal dunia.
Humas Covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, Dr Yuda Permana mengatakan, saat ini adanya penambahan kamar rawat pasien Covid-19. Adapun kamar rawat inap untuk pasien sedang, berat dan kritis sekitar 13 tempat tidur. Kemudian 22 untuk suspek biasa, dan 14 untuk gejala ringan.

“Penambahan ruangan dilakukan mengingat kita ada rencana perawatan bangsal biasa untuk perawatan covid. Artinya pasien hampir selalu melebihi kapasitas,” ungkapnya.

Yuda menyatakan bahwa perawatan isolasi apabila dilakukan rata-rata 10 hari makan semua ruangan akan full dan tidak akan cukup. Dan skema yang di lakukan yakni, dengan segera memulangkan meskipun belum 10 hari dan dapat dipastikan kesembuhan pasien dengan swab, rapid dan antigen baik pasien yang masuk dan selesai perawatan.

“Perhari rata-rata 5 pasien covid masuk, dan saat ini kurang dari 24 jam 4 orang pasien Covid-19 meninggal dunia, ” ceritanya.

Adapun pasien yang meninggal dunia yakni inisial, BS alamat KMP Tengari Praya, kemudian YH alamat Janapria, kemudian H asal Desa Darek, dimana ketigannya dengan komorbit kencing manis, dan LMA asal Kelurahan Leneng Praya dengan adanya penyakit yang muncul yakni kelainan syaraf.

“Kondisi saat ini hampir sama dengan Kota Mataram,” katanya.

Terpisah, Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah yang dikonfirmasi menyebutkan, ini faktor penyakit bawaan dan usia yang dominan usia lanjut, sehingga sangat rawan tertular.
“Kami sudah rapat evaluasi internal untuk memetakan dan beberapa langkah yang akan dilakukan,” kata wabup.
Wabup bersama tim terkait akan segera memastikan penduduk rawan tertular usia lanjut dan penyakit bawaan dan langakah-langkah tretmen, pelaporan, monitoring dan sosialisasi baik oleh satgas kabupaten dan desa sehingga pelaporan dan pemantauan harus di aktifkan dinas sehingga dalam tracking kontak betul -betul memanfaatkan sumber daya yang ada.
Nursiah juga menekankan percepat vaksisnasi kepada semua pihak terutama selaku pelayanan publik meskipun capaian vaksinasi wilayah Lombok Tengah sudah masuk dalam zona biru atau aman.” Itu untuk capain vaksinasi,” tegasnya. (tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Kejari Janji Usut Tuntas UTD dan Insentif Nakes

Read Next

Pembebasan Lahan Hambat Pengerjaan Sirkuit MotoGP

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *