PRAYA – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtha Ardia Rinjani Praya, Lombok Tengah (Loteng) mengajukan pinjaman sebesar Rp 118 miliar ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk pembangunan Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Cerorong-Danau Biru di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara. Pengajuan pinjaman itu dilakukan demi memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Di mana jik nantinya pembangunan SPAM tersebut terbangun diharapkan bisa menambah layanan air bersih PDAM Praya untuk melayani pelanggan atau masyarakat di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Pringgarata, Jonggat, serta Praya Barat Daya. Dengan estimasi pengguna mencapai 12 ribu pelanggan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PDAM Praya, Bambang Supraptomo mengungkapkan, cakupan layanan air bersih milik PDAM Praya saat ini di angka 22 persen. Sehingga dengan pinjaman untuk pembangunan SPAM Cerorong Danau Biru ini diharapakan dapat mendongkrak atau menambahkan cakupan layanan air bersih hingga 50 persen.

Peningkatan kualitas serta layanan saat ini tidak dapat maksimal mengingat keterbatasan air baku. Menurutnya, satu-satunya solusi untuk itu yakni membangun SPAM termasuk SPAM Cerorong Danau Biru, serta jaringan baru. Dan, untuk membangun SPAM tersebut tentu membutuhkan biaya yang relatif besar.

“Kelayakan studinya (FS SPAM Cerorong Danau Biru, red) sudah dengan debit air tercukupi. Kita memiliki desain engineering (DED) dari Intik sampai ke pelanggan,” kata Bambang.

Adapun opsi solusi sebelum pinjaman diajukan ke PT SMI, yakni pihaknya sempat mengajukan penganggaran melalui bantuan Pemerintah Daerah (Pemda). Namun mengingat pembangunan SPAM Cerorong Danau Biru membutuhkan dana besar alias tidak sedikit ini, sehingga akan memberatkan keuangan daerah. Oleh karena itu, pinjaman diajukan ke pemerintah pusat melalui PT SMI.

“Dari banyak opsi baik dari pemerintah daerah hingga pusat, investor, BUMN dengan perusahaan atau pinjaman bank. Itu semua menjadi pertimbangan. Sehingga dengan status PDAM ini menjadi Perumda dan mengerucut pada PT SMI mengingat ini merupakan BUMN juga,” jelasnya.

Pengajuan pinjaman ke PT SMI dirasa pilihan yang tepat. Dengan pertimbangan bahwa PT SMI merupakan perusahaan pemerintah alias BUMN dibawah Kementerian Keuangan, dengan bung pinjaman fleksibel dan ringan.

“Kita ajukan ini bukan langsung cair, bagaiamana SMI juga pasti berhitung kemampuan pengembaliannya,” katanya.

Jika nantinya SPAM Cerorong Danau Biru ini terbangun diyakini akan berdampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kita mau buat trobosan lebih baik. Kalaupun untuk operasional dan gaji itu kita cukup dengan pendapatan PDAM Kalau proyek ini kita tidak mampu maka harus meminjam,” terang Bambamg.

Dia mengatakan, pihaknya sudah memetakan serta menghitung secara detail terkait pembangunan SPAM Cerorong Danau Biru. Bukan bim salabim. “Kemudian hitungan penilaian pihak luar harusnya jangan prematur,” tandasnya. (tim)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 522

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *