Pasar Renteng Super Megah Diresmikan

f 10

BAM/RADAR MANDALIKA CEK: Kepala Dinas PUPR Loteng, L Firman Wijaya mendampingi Bupati Loteng, H Moh Suhaili FT mengecek kondisi bangunan pasar.

Pertama di NTB dengan Konsep Green Building

GEDUNG megah Pasar Renteng diresmikan, kemarin.

Peresmian itu dilakukan langsung oleh Bupati Loteng, H Moh. Suhaili FT bersama Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Kementerian PU PR, H Iwan Suprijanto. Selain itu, hadir pula Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah NTB, Ika Sri Rejeki, perwakilan Dinas Perdagangan NTB, BPKP NTB, Kejati NTB serta semua kepala SKPD maupun Kejaksaan, Kepolisian maupun instansi lainnya.

Direktur Prasarana Strategis, H Iwan Suprijanto mengatakan, sebelumnya Pasar Renteng ini selain di terjang gempa, juga mengalami kebekaran. Sehingga pemerintah pusat memutuskan untuk membangun kembali pasar dengan bangunan yang lebih baik salah satunya adalah tahan gempa.

“Gedung Pasar Renteng ini dibangun dengan kualitas tahan gempa. Sehingga akan sangat aman untuk pedagang,” jelasnya.

Rekomendasikan pasar ini untuk bisa direnovasi kembali tetapi tidak dalam skema penanganan keadaan darurat agar pembangunan Pasar ini dapat dilaksanakan lebih baik. Oleh karena itu ditempuh dengan mekanisme penanganan secara reguler untuk menghasilkan bangunan yang lebih baik.

Ia menegaskan, berdasarkan hasil sidang kabinet pada 18 Juli 2018 di Bogor, Presiden menyampaikan sekaligus menugaskan kepada Kementerian PU PR untuk melaksanakan pembangunan sarana prasarana guna penguatan sumber daya manusia. Diantaranya mendukung pembangunan dan rehabilitasi sekolah, madrasah, univesritas pembangunan dan Pasar Renteng ini.

“Amanat itu tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 43 tahun 2019 tentang pembangunan rehabilitasi atau renovasi pasar rakyat prasarana perguruan tinggi, perguruan tinggi keagamaan Islam dan satuan pendidikan dasar dan menengah,” ungkapnya.

 “Kami telah laporkan, bahwa kami kementerian PU PR telah menyelesaikan rehabilitasi bangunan Pasar Renteng  ini,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, pembangunan pasar ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan fungsi pasar sebagai sarana perdagangan rakyat.  Sehingga menjadi bangunan yang lebih aman lebih nyaman bersih tertata dan lebih memiliki nilai estetik.

 “Pasar Renteng ini sekaligus menjadi ikon baru untuk Lombok Tengah,” jelasnya.

Ia menjelaskan, pasar ini dibangun oleh Kementerian PU PR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTB. Dimana pasar ini  terdiri dari dua area bangunan seluas 27737 M2 dengan kapasitas los kering sebanyak 1205 unit kios kering 471 unit, kios basah 16 unit. Selain itu, terdapat ruang penunjang terdiri dari ruang laktasi, ruang pengelola, musala, toilet, ruang pertemuan dan sebagainya. Serta didukung oleh area landscape seluas 10575 M2. Dengan total anggaran atau kontrak fisik sekitar 120 miliar.

“Rehabilitasi Pasar Renteng ini dilaksanakan secara multiyears. Kontraknya dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2020. Namun karena adanya kebijakan refocusing dengan penanganan diperpanjang menjadi tahun 2021 ini,” tuturnya.

Ditambahkan, dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, pihaknya melakukan upaya percepatan penyelesaian pembangunan pasar ini.  Namun demikian pasar ini telah berhasil diselesaikan pada 30 Desember 2020.

“Pada tahun 2021 ini kami hanya menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada pihak-pihak pelaksana,” ucapnya.

Pihaknya berharap agar hasil pembangunan ini dapat membantu meningkatkan produktivitas roda perekonomian masyarakat di wilayah Loteng dan memberikan manfaat langsung baik kepada para pedagang maupun kepada masyarakat sekitar.

“Selain itu, kami sangat berharap pada bupati kiranya ada pembangunan pasar ini selanjutnya dapat dititipkan untuk dapat dikelola dan dirawat dengan baik dan kepada para pedagang yang nantinya akan memanfaatkan,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Loteng, H Moh. Suhaili FT menyatakan, pihaknya sangat apresiasi pada pemimpin di tingkat pusat yang telah peduli untuk melakukan renovasi kembali pasar ini.

Bahkan, pihaknya melihat pembangunan tidak tanggung-tanggung, meski  pasar masih tetap tradisional, namun fisik konstruksinya itu kokoh memenuhi memenuhi estetika bangunan.

“Saya mengajak kepada kita semua keluarga masyarakat Lombok Tengah khususnya untuk bagaimana benar-benar kita bersyukur.  Saya juga mengajak kita semua berterima kasih kepada pemimpin kita mulai dari Bapak Presiden, Menteri kita maupun pejabat-pejabat yang ada di Kementerian PU PR,” jelasnya.

Ia menegaskan, khususnya para pedagang yang akan menempati pasar ini agar memiliki rasa terima kasih pada karunia Allah ini dengan sebaik-baiknya merawat bangunan pasar ini nantinya.

“Pedagang harus tetap menjaga kebersihan dan keamanan pada saat berjualan,” tuturnya.

Ia mengaku, jumlah pedagang yang akan menempati pasar ini nantinya lebih dari 1700 pedagang. Baik itu warga Loteng maupun warga dari luar Loteng yang sebelumnya sudah lama berjualan di pasar ini.

“Pasar ini merupakan pasar pencotohan di wilayah NTB,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Loteng, L Firman Wijaya menuturkan, pembangunan Pasar Renteng ini terbilang cepat.  Karena meski adanya penyebaran virus korona, namun pengerjaanya tuntas sesuai dengan batas kontrak.

Ia menegaskan, untuk penempatan pedagang lapak di gedung pasar sendiri, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Asosiasi Pedagang untuk melakukan verifikasi dan validasi terhadap pedagang tersebut. Kemudian, setelah itu, pihaknya akan ploting zonasi untuk penempatanya.  Karena penempatanya harus dengan masing –masing komoditi yang dijualnya.

“Kita atur komoditi yang dijual dengan harapan agar pedagang bisa tertata rapi. Kemudian tidak ada speace yang kosong,” ungkapnya.

Sementara itu, jumlah yang sudah terdaftar untuk menempati pasar ini lebih dari 1700 pedagang. Termasuk para pedagang yang berasal dari luar Loteng. 

“Semua pedagang ini merupakan padagang lama,”jelasnya.

Mantan Kadis Perkim tersebut juga menjelaskan, bahwa tidak ada pedagang yang diistimewakan, baik pedagang dari luar maupun dari Loteng.

“Perlakuannya akan sama. Cuma pedagang lama saja yang akan lebih diprioritaskan,” jelasnya.

Ia mengaku, pasar ini tergolong megah karena terdiri bangunan dua tingkat. Bangunan Pasar Renteng dibangun dengan konsep Green Building. Bahkan pasar Renteng  menjadi pasar pertama dan satu-satunya di NTB serta kedua di Indonesia dengan konsep Green Building.

Selain itu, juga konsep pembangunan Pasar Renteng ini lebih mengedepankan kenyamanan dan keamanan para pengunjung atau lebih banyak ruang terbuka hijau. (bam)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Kunjungan Wisatawan di KLU Menurun Tajam

Read Next

Mengintip Terobosan Bhabinkamtibmas Kelurahan Gerantung

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *